/*
Breaking News
*/
Pemkot Kendari

Wali Kota Kendari Panen 9 Hektare Padi di Amohalo yang Sempat Terancam Kekeringan

53
×

Wali Kota Kendari Panen 9 Hektare Padi di Amohalo yang Sempat Terancam Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran (tengah) bersama pejabat terkait memanen 9 hektare Padi Sawah di Amohalo yang sempat terancam kekeringan secara simbolis. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Hamparan sawah di Kompleks Persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, kembali memasuki masa panen. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran datang langsung meresmikan panen pada triwulan kedua tahun 2026 ini, Senin (28/9/2026).

Sebanyak 9 hektare tanaman padi dipanen, meski sebelumya petani sempat menghadapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang.

Panen tersebut dilakukan bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kota Kendari terhadap para petani yang tetap mempertahankan produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.

Siska mengatakan, panen padi tersebut menjadi bukti bahwa semangat pemerintah bersama masyarakat, khususnya kelompok tani di kawasan persawahan Amohalo, tidak surut meski menghadapi tantangan kekeringan.

“Kita baru saja melaksanakan panen sawah triwulan kedua di tahun 2026 ini. Ini menunjukkan bukti komitmen kita pemerintah bersama masyarakat, khususnya kelompok pertanian yang ada di Kompleks Persawahan Amohalo mampu bertahan dan berhasil panen,” kata Siska.

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Pimpin Patroli Cipta Kondisi Bersama 220 Pasukan Gabungan, Dijadwalkan Setiap Sabtu Malam

Menurutnya, kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia turut dirasakan para petani di Kota Kendari. Bahkan, puluhan hektare areal persawahan di kawasan Amohalo sempat mengalami kekurangan pasokan air.
Namun, kondisi tersebut segera direspons melalui koordinasi antara Pemkot Kendari dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Kita koordinasi dengan BWS dan langsung sesegera mungkin diatensi, lalu menyediakan air untuk pasokan ke persawahan,” ujarnya.

Selain mengandalkan pasokan air, Pemkot Kendari juga mengambil langkah lain dengan memanfaatkan anggaran tidak terduga untuk mendukung kebutuhan pengairan sawah.

Pemerintah menyediakan mesin pompa serta sumur bor untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan tanaman padi agar tetap dapat tumbuh hingga memasuki masa panen.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Muhammad Yusup Minta Dukungan Forkopimda Membangun Kota Kendari

“Kami mengeluarkan biaya tak terduga dengan mengalokasikan mesin pompa dan juga sumur bor untuk bagaimana mempertahankan kondisi persawahan yang ada di Kelurahan Amohalo ini,” jelas Siska.

Hasilnya, upaya tersebut membuahkan hasil. Tanaman padi yang sempat terancam kekeringan akhirnya berhasil dipanen.

“Bukti nyata kita sudah melakukan panen,” tegasnya.

Meski demikian, Siska belum dapat memastikan total produksi gabah dari lahan seluas 9 hektare yang dipanen tersebut. Sebab, hasil panen masih melalui proses penggilingan sebelum jumlah produksi beras dapat dihitung secara keseluruhan.

“Belum bisa kita estimasikan, karena masih ada proses penggilingan sampai dengan menghasilkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) melalui perhatian Menteri Pertanian.

Bantuan tersebut diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap aktivitas petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kota Kendari.

Baca Juga :  Website Pemkot Kendari Kena Hack, Kadis Kominfo Pastikan Tidak Ada Data yang Diambil

Siska berharap kondisi cuaca ke depan semakin bersahabat sehingga sektor pertanian di Kota Kendari dapat terus berproduksi tanpa kembali menghadapi ancaman kekeringan maupun bencana banjir.

“Mudah-mudahan akhir dari tahun ini tidak ada lagi dampak yang terjadi di Kota Kendari, baik banjir maupun kekeringan, sehingga seluruh proses-proses dari pertanian bisa membuahkan hasil sesuai dengan harapan masyarakat dan juga Pemerintah Kota Kendari,” pungkasnya.

Aksi panen tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari, Kepala BBRMP, Kepala BWS, Dandim 1417/Kendari, Kapolres, Ketua dan anggota DPRD Kota Kendari, Bank Indonesia, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Panen 9 hektare padi di Amohalo menjadi gambaran bahwa sektor pertanian Kota Kendari tetap mampu bertahan di tengah tekanan kemarau, dengan dukungan kolaborasi pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!