/*
Breaking News
*/
Konawe RayaPendidikan

SMPN 3 Wawonii Tenggara Konawe Kepulauan Terapkan Absensi Digital, Siswa Cukup Scan Barcode

32
×

SMPN 3 Wawonii Tenggara Konawe Kepulauan Terapkan Absensi Digital, Siswa Cukup Scan Barcode

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KONKEP – SMP Negeri 3 Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, mulai menerapkan sistem absensi digital bagi seluruh peserta didik yang diluncurkan pada Senin, 12 Oktober 2026.

inovasi ini menjadi langkah sekolah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan kedisiplinan siswa.

Melalui sistem tersebut, siswa tidak lagi harus mengandalkan pencatatan kehadiran secara manual. Cukup memindai barcode pada Kartu Pelajar menggunakan Chromebook yang disiapkan sekolah, data kehadiran langsung tercatat dalam sistem.

Penerapan teknologi ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan jarak dari pusat ibu kota bukan penghalang bagi sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kepala SMPN 3 Wawonii Tenggara, Kasirun, S.Pd., mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan penting yang harus direspons oleh setiap lembaga pendidikan agar mampu menciptakan lingkungan belajar dan budaya kerja yang lebih efektif.

“Meskipun sekolah kami berada di wilayah yang terbilang jauh dari pusat ibu kota, adaptasi terhadap teknologi dan digitalisasi telah menjadi suatu keharusan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi digital demi memajukan mutu serta standar kualitas SMPN 3 Wawonii Tenggara,” ungkap Kasirun.

Baca Juga :  Bakti Sosial PT TIS Perbaiki Jalan Bersama Masyarakat Desa Bangun Jaya Berlanjut

Menurutnya, penerapan absensi digital bukan sekadar pembaruan fasilitas sekolah, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter disiplin peserta didik. Pencatatan kehadiran secara digital memungkinkan pihak sekolah memantau kedatangan dan kepulangan siswa dengan lebih mudah dan objektif.

“Inovasi ini adalah langkah awal dari peta jalan digitalisasi yang sedang kami bangun di sekolah. Kami akan terus melangkah maju dan menghadirkan pembaruan berbasis teknologi lainnya demi mendukung tumbuh kembang potensi peserta didik di era digital,” tegasnya.

Selain mendukung kedisiplinan siswa, sistem ini juga memberikan kemudahan bagi guru dalam menjalankan tugas administrasi. Proses rekapitulasi kehadiran yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat disederhanakan melalui pencatatan digital.

“Hadirnya sistem absensi digital ini sangat membantu efisiensi waktu di sekolah. Para guru kini tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi kehadiran secara manual yang memakan waktu, sehingga fokus perhatian dapat sepenuhnya dicurahkan pada proses pembelajaran di kelas,” jelas Kasirun.

Baca Juga :  Kawasan Hutan Mangrove di Moramo Konsel Dibabat jadi Kawasan Galangan Kapal

Sementara itu, guru SMPN 3 Wawonii Tenggara, Jubirman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sistem absensi digital diberlakukan bagi seluruh peserta didik pada jam kedatangan pagi dan kepulangan siang.

Untuk menggunakannya, siswa cukup memindai barcode pada Kartu Pelajar ke layar komputer yang telah disiapkan. Guna memperlancar proses pemindaian dan mengantisipasi penumpukan antrean, sekolah mengoperasikan enam unit Chromebook secara bersamaan.

“Pemanfaatan enam unit Chromebook dalam sistem absensi ini dirancang secara matang agar proses pemindaian berjalan cepat dan lancar. Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta didik dapat mencatatkan kehadirannya tanpa perlu membuang waktu dalam antrean yang panjang,” ujar Jubirman.

Guru mata pelajaran Matematika tersebut menambahkan, penggunaan teknologi dalam aktivitas sekolah juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi siswa untuk mengenal dan memanfaatkan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Penggunaan Chromebook sebagai media absensi menjadi sarana edukasi yang sangat baik bagi mereka dalam memahami fungsi nyata teknologi untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Baca Juga :  PT WIN Bantu Perbaikan Jalan Masyarakat Desa Torobulu

Penerapan absensi digital ini mendapat sambutan positif dari peserta didik. Salah satunya Firnayanti, yang mengaku senang dengan sistem baru tersebut karena proses pencatatan kehadiran menjadi lebih praktis dan cepat.

“Proses absensinya sangat mudah dan seru. Kami tinggal melakukan scan barcode di Kartu Pelajar ke layar Chromebook saat datang dan pulang sekolah, lalu data kami langsung terdata secara cepat tanpa harus mengantre lama,” kata Firnayanti.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk semakin bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar, meningkatkan kedisiplinan, serta meraih prestasi.

Penerapan absensi digital di SMPN 3 Wawonii Tenggara menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Ke depan, pengembangan inovasi digital diharapkan dapat mendukung pengelolaan sekolah yang lebih efektif sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!