KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) terus memacu langkah untuk meningkatkan reputasi di tingkat internasional. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat visibilitas digital melalui Workshop Pemeringkatan Internasional 2026 bertema “Sinergi Digital Branding dan Technical Web SEO”.
Kegiatan yang digelar Lembaga Penjaminan dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) UHO tersebut berlangsung selama dua hari, 12–13 Oktober 2026, di salah satu hotel bintang satu di Kendari.
Workshop ini menjadi bagian dari strategi UHO dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi melalui penguatan citra digital, optimalisasi website, serta pengelolaan media sosial yang terintegrasi.
Saat ini, UHO berada di peringkat ke-34 nasional dan posisi 1.501+ internasional berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE), Webometrics, dan UI GreenMetric.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi UHO untuk terus berbenah, terutama dalam meningkatkan keterlihatan aktivitas akademik dan kontribusi kampus di ruang digital.
Ketua Panitia Workshop, Rizal Adi Saputra, S.T., M.Kom., mengatakan tantangan yang dihadapi UHO bukan semata-mata minimnya prestasi, melainkan bagaimana prestasi tersebut dapat dikenal lebih luas melalui kanal digital.
Menurutnya, UHO memiliki banyak hasil riset dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berpotensi memperkuat reputasi institusi. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terpublikasi dan teroptimalkan melalui website maupun media sosial.
“Riset dan pengabdian kita melimpah, tapi belum terkapitalisasi di web dan medsos. Akibatnya trafik, backlink, dan engagement belum mencerminkan potensi besar UHO,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dalam workshop ini panitia menghadirkan narasumber nasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), yakni Neni Herlina selaku Ketua Humas Ditjen Dikti dan Ayman Musyaffa dari Tim Sosial Media Ditjen Dikti.
Materi yang dibahas meliputi standardisasi komunikasi publik, strategi mengonversi aktivitas media sosial menjadi trafik website, penerapan SEO On-Page, hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang mengintegrasikan fungsi humas, media sosial, dan pengelolaan website.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan Tim ADPPT dan UPA TIK UHO untuk memperkuat koordinasi teknis serta memastikan pengelolaan informasi kampus berjalan lebih efektif dan terarah.
Rizal berharap, workshop tersebut menjadi momentum bagi UHO untuk melakukan lompatan dalam membangun reputasi akademik di tingkat global. Upaya ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan peringkat, tetapi juga memastikan prestasi, riset, dan kontribusi kampus dapat diakses serta diakui lebih luas.
“Ini adalah titik balik. Kita ingin quantum leap. Bukan hanya terlihat, tapi diakui dunia,” tutupnya. (Adv)
Editor: Hasrul Tamrin











