KOLOMRAKYAT.COM: KONSEL – Sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasional sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan, perusahaan PT Tambang Indonesia Sejahtera (TIS) bergotong royong bersama masyarakat melakukan bakti sosial memperbaiki ruas jalan poros yang rusak parah di Desa Bangun Jaya hingga Desa Kalo Kalo, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (28/7/2025).
Berdasarkan informasi masyarakat setempat, ruas jalan poros di dua desa tersebut belum sama sekali dilakukan pengaspalan maupun perkerasan sudah bertahun-tahun sejak didiami. Kondisi jalan kian mengkhawatirkan dengan berlubang, terlebih lagi ketika musim hujan turun.
Melihat keresahan masyarakat akan kondisi jalan ini, PT TIS sebagai salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah ini berkolaborasi dengan masyarakat setempat mendukung program pemerintah bergotong-royong memperbaiki titik-titik ruas jalan yang rusak parah.

Tak main-main, meskipun perusahaan ini baru beberapa tahun melakukan operasional dan belum berproduksi, demi kenyamanan masyarakat secara bersama-sama, mengerahkan dua unit alat ekskavator dan satu unit mobil untuk menimbun dan membangun jalan.
“Jalan ini rusak sejak saya masih kecil sampai sekarang ini sudah mau tamat kuliah tidak pernah diperbaiki ataupun dibangun,” ungkap Fahri Akbar, tokoh pemuda Desa Bangun Jaya, ditemui di sela-sela gotong royong.
Fahri mengatakan sepengetahuannya perbaikan jalan ini baru pertama kali dilakukan oleh perusahaan PT TIS. Sehingga masyarakat sangat berterima kasih dan bersyukur dengan kontribusi riil dari perusahaan.
“Jadi masyarakat di sini sangat mendukung penuh aktivitas perusahaan ini, selain berkontribusi langsung dalam pembangunan di desa juga menjadi peluang lapangan kerja bagi anak-anak muda di sini, tidak perlu lagi keluar cari pekerjaan,” ucapnya.
Ruas jalan dari desa ini menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Konawe Selatan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea dan Kabupaten Muna, Desa Towea, melintasi laut sejauh sekitar tiga kilometer. Desa Bangun Jaya ini merupakan desa terujung di Kecamatan Lainea sehingga sangat terpencil.

Direktur Operasional PT TIS, La Ode Sabaruddin, mengatakan kerja bakti perbaikan jalan ini dilakukan atas inisiatif masyarakat yang disampaikan kepada perusahaan, sehingga perusahaan sangat menyambut baik. Apalagi kondisi jalan selama ini sangat menyulitkan kendaraan, terlebih lagi saat musim hujan.
“Minimal tidak, upaya yang kami lakukan bersama masyarakat ini bisa mengatasi sedikit keluhan soal jalan rusak parah ini,” katanya.
Lebih lanjut, Sabaruddin mengungkapkan bahwa kerja bakti ini akan dilakukan sampai di Desa Kalo Kalo menyisir titik-titik ruas jalan yang rusak parah, termasuk memperbaiki salah satu titik jembatan yang rusak di desa itu.
Kontribusi perusahaan ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, perusahaan juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar melalui pembagian sembako gratis, pemotongan hewan kurban, dan pembangunan masjid.
“Kami masuk beroperasi dalam hal kegiatan pertambangan sejak tahun 2020 di sini. Sebenarnya kami di sini belum sama sekali melakukan produksi atau penjualan tapi karena ini merupakan tanggung jawab terhadap kegiatan pembagunan di desa, secara moril perusahaan harus melakukan kewajiban itu di Desa Bangun Jaya ini,” terangnya.
Terlebih lagi, kata Sabaruddin, pemilik utama perusahan adalah putra asli daerah Desa Bagun Jaya, yang sekolah dan tingga di sini.
“Jadi memang ini terpanggil secara moril bagaimana agar desa ini bisa maju, mandiri, dan berkembang,” imbuhnya.
Sabaruddin juga menegaskan, perbaikan jalan ini sebagai bentuk dukungan program pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadirkan akses jalan yang baik.
“Kegiatan ini juga adalah salah satu upaya TIS untuk mendukung penuh program pemerintah dalam perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur daerah untuk mendorong peningkatan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
*Dukungan Masyarakat Atas Aktivitas Pertambangan Perusahaan*
Kehadiran dan aktivitas pertambangan PT Tambang Indonesia Sejahtera di Desa Bangun Jaya ini sangat disambut baik oleh masyarakat setempat, tanpa terkecuali. Begitu pula dengan masyarakat desa sekitar, Kalo Kalo. Masyarakat bersyukur dengan hadirnya perusahaan. Selama ini masyarakat setempat hanya menggantung hidup dengan melaut (nelayan) dan berkebun.
Akan tetapi, upaya berkebun yang hanya mengandalkan Jambu Mente sebagai tanaman yang dibudidayakan sudah tidak maksimal lagi, karena usia tanaman yang berumur. Kondisi ini memacu masyarakat harus mencari lapangan kerja di luar desa.
Masuknya aktivitas pertambangan ini menjadi angin segar bagi masyarakat. Harapan untuk mendapatkan pekerjaan sudah hadir di depan mata. Tinggal menunggu waktu saja.
“Ini suatu kesyukuran besar bagi masyarakat di sini karena tidak semua desa atau wilayah bisa ada tambang seperti, jadi semua senang dan tidak ada yang menolak. Kalau ada yang tidak mensyukuri kehadiran pertambangan ini berarti dia bukan lagi manusia karena kita semua pasti suka yang bagus-bagus,” ujar Handawi, tokoh masyarakat yang sudah mendiami puluhan tahun Desa Bangun Jaya.
Dia juga menyatakan sangat menyayangkan ketika ada oknum masyarakat yang menolak aktivitas perusahaan ini. Apalagi sampai-sampai mempropagandakan isu di luar, seolah-olah masyarakat dikriminalisasi atas masuknya perusahaan.
“Kehadiran PT TIS ini di sini masyarakat sangat gembira dan mendukung penuh, karena apa? Ini rezekinya desa. Masyarakat di sini pasti punya pekerjaan,” tutur orang tua Desa Bangun Jaya ini.
Tokoh Perempuan Desa Bangun Jaya, Sitti Halimah, juga mengaku senang dan berterima kasih atas dukungan dan bantuan perusahaan terhadap pembangunan dk Desa, seperti pembangunan jalan dan pembagunan masjid.
“Saya mewakili masyarakat Desa Bangun Jaya sangat berterima kasih dengan masuknya PT TIS ini. Kenapa, karena tadinya bangunan sarana ibadah masjid berkat bantuan perusahaan sekarang sudah bagus dan sudah layak pakai,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT TIS menyatakan soal adanya tuding dan isu-isu negatif yang berkembang di luar tentang keberadaan perusahaan itu merupakan hal biasa. Manajemen perusahaan tetap fokus pada tujuan utama pertambangan dengan tetap mematuhi segala ketentuan dan memenuhi semua persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan tentang pertambangan.
“Dalam sebuah kegiatan pertambangan tetap ada pro dan kontra, tapi kita tetap fokus dengan tujuan utama kita bagaiman kegiatan pertambangan berjalan dengan baik dan bisa memberikan nilai tambah tehadap kesehjahteraan masyarakat sekitar tambang,” ungkap Sabaruddin.
“Jadi, adapun kalau ada isu-isu yang mengatasnamakan dari masyatakat menolak kegiatan pertambangan tetap kita hormati dan hargai. Tapi setau kami sejak kami masuk tahun 2019 secara administrasi tidak ada masyarakat yang menolak. Kami juga telah mempekerjakan masyarakat sekitar dan tidak melihat latar belakang pendidikan mereka karena direktur merasa ini tanggungjawab untuk bagaimana masyarakat bisa diberdayakan,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











