KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. Salah seorang guru matematika SMAN 1 Kendari, Zulfaidil, S.Pd., Gr., M.Si berhasil lolos dalam program riset internasional yang akan digelar di Nepal dan Thailand.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Aris Badara.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan fenomena baru sekaligus kebanggaan bagi dunia pendidikan di Sultra.
“Ini fenomena yang baru sekaligus unik. Ada salah satu tenaga pendidik kita yang saya katakan sudah bereputasi internasional karena bisa berkegiatan di luar negeri dan bergabung di organisasi profesi bertaraf internasional. Ini tentu menjadi kebanggaan,” ujar Aris Badara, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus mendukung para guru yang mampu mengembangkan kapasitas diri hingga ke level internasional. Aris berharap keberhasilan Zulfaidil dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya.
“Tentu kita support dan berharap ini bisa berdampak kepada guru-guru lain, termasuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Saya berharap nanti setelah pulang ada kegiatan-kegiatan yang bisa memberi dampak lebih besar. Ini harus menjadi budaya baru dan tradisi baru dalam dunia persekolahan kita,” katanya.
Aris juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang luas bagi para guru untuk berkembang dan berkiprah di tingkat global.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kendari yang telah memberikan kesempatan luas kepada guru-gurunya untuk bisa berkiprah secara internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kendari, Ruslan, mengatakan pihak sekolah memang berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kompetensi guru.
“Pak Zulfaidil adalah salah satu guru matematika SMAN 1 Kendari. Selaku kepala sekolah, kami memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk pengembangan diri, bukan hanya meningkatkan kompetensi peserta didik tetapi juga kompetensi keilmuan guru itu sendiri,” ujarnya.
Ruslan memastikan seluruh tugas dan administrasi keberangkatan telah mendapat dukungan penuh dari sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.
“Kami bersama kepala dinas tentu mendukung penuh keberangkatan Pak Zulfaidil ke Nepal dan Thailand dalam rangka riset matematika murni dan terapan,” katanya.
Di sisi lain, Zulfaidil mengungkapkan dirinya harus melalui proses seleksi ketat untuk bisa mengikuti program tersebut. Ia mengirimkan esai dan proposal riset kepada penyelenggara melalui situs resmi program internasional tersebut.
“Seleksinya cukup panjang. Kami mengirimkan esai dan proposal riset, kemudian menunggu beberapa bulan sampai keluar letter of acceptance atau surat penerimaan,” jelasnya.
Menariknya, Zulfaidil memperoleh skema full funding atau pendanaan penuh 100 persen untuk mengikuti program tersebut.
“Dalam program ini ada yang full funding, setengah pendanaan, dan ada juga yang tanpa pendanaan. Alhamdulillah saya mendapatkan full funding,” ungkapnya.
Di Nepal nanti, Zulfaidil akan mendalami riset pemodelan matematika gelombang air untuk memprediksi tinggi gelombang menggunakan pendekatan matematika. Penelitian itu akan berlanjut di Thailand dengan fokus lebih spesifik pada gelombang akibat longsoran bawah laut.
“Kalau di Nepal lebih ke pembelajaran riset matematika terkait pemodelan gelombang air. Sedangkan di Thailand, saya akan meneliti gelombang akibat longsoran bawah laut,” katanya.
Program riset tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan, masing-masing dua pekan di Nepal dan dua pekan di Thailand. Zulfaidil dijadwalkan berangkat ke Jakarta terlebih dahulu sebelum terbang ke Nepal pada 14 Mei 2026, lalu melanjutkan perjalanan ke Thailand pada 31 Mei 2026.
Untuk peserta dari Indonesia, Zulfaidil menyebut jumlahnya sangat terbatas. Pada program di Nepal hanya ada dua peserta dari Indonesia, sementara untuk kegiatan di Thailand sekitar 10 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Tanah Air.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa guru-guru di Sulawesi Tenggara mampu bersaing di level internasional sekaligus membawa nama daerah di panggung akademik dunia.
Laporan: Hasrul Tamrin











