Kolom Sultra

Sultra Kecipratan Program Bedah Rumah Dari 3.000 Naik jadi 10.000 Unit Tahun Ini

42
×

Sultra Kecipratan Program Bedah Rumah Dari 3.000 Naik jadi 10.000 Unit Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
(Foto: Dok. Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan signifikan pada Tahun 2026 ini.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Wisma Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Jika pada tahun 2025 program bedah rumah di Sulawesi Tenggara hanya menjangkau 3.077 unit rumah, maka pada tahun 2026 alokasinya meningkat menjadi 9.350 unit rumah.

Baca Juga :  Danlanal Kendari Ajak Insan Pers Jaga Kondusifitas Sultra Pasca Pilkada

Jumlah tersebut kemudian bertambah 650 unit setelah Gubernur Sultra beraudiensi dengan Menteri PKP, sehingga total bantuan bedah rumah yang diterima Sulawesi Tenggara tahun ini mencapai 10.000 unit rumah.

Dilansir dari akun media sosial Diskominfo Sultra, Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut, peningkatan alokasi program bedah rumah di Sulawesi Tenggara merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang masih menempati rumah tidak layak huni.

“Bedah rumah itu peningkatannya luar biasa. Tahun lalu sekitar 3.000-an, tahun ini 10.000. Jadi kita membedah rumah rakyat miskin, rumah rakyat yang kekurangan,” ujarnya.

Baca Juga :  6 Plt Kepala Dinas Pemprov Sultra Yang Ditujuk Oleh Gubernur Usai Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian yang lebih layak, tetapi juga akan diintegrasikan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

PNM Mekaar merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang dikhususkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PKP terhadap masyarakat Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Sultra Jajaki Kerja Sama Pembangunan Internasional dengan Jepang

“Peningkatan alokasi dari 3.077 unit menjadi 10.000 unit merupakan langkah nyata pemerintah pusat dalam membantu warga yang selama ini masih tinggal di rumah tidak layak huni,” ucapnya, dikuti media ini dari media sosial Diskominfo Sultra, Rabu (3/6/2026).

Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menindaklanjuti berbagai program yang telah diarahkan Kementerian PKP, termasuk renovasi rumah tidak layak huni, agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!