KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Bupati Muna Bachrun Labuta mengajak perkumpulan Tani Merdeka Indonesia (TMI) untuk bersinergi memajukan sektor pertanian Kabupaten Muna.
Ajakan orang nomor satu di bumi sowite itu,saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Desa Latampu, pada Selasa (12/05/2026).
TMI merupakan komunitas usaha dibidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang akan memperjuangkan swasembada pangan di Kabupaten Muna dan akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna.
Dalam pengukuhan DPD Tani Merdeka itu turut dihadiri langsung anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Amirul Tamim, Ketua DPW Tani Merdeka, Sukardi, Bupati Muna, Bachrun Labuta Bersama Forkopimda, Camat Parigi, LM Syamrin, Para Kepala Desa, serta Ketua DPP Tani Merdeka, Don Muzakir melalui Via Zoom.
Bupati Muna Bachrun Labuta menyambut baik kehadiran TMI Kabupaten Muna. Dirinya datang diacara pelantikan pengurus TMI karena sesuai dengan visi misinya sebagai Bupati Muna periode 2025-2030.
“Saya bersyukur dengan hadirnya komunitas TMI, karena Muna hanya bisa maju bila dibangun secara bersama-sama dengan mengoptimalkan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikelola secara baik dengan sistem industrialisasi dan alat yang modern,” katanya.
Bachrun berkomitmen akan berkolaborasi dengan TMI, membangun 10 ribu hektar lahan jagung bila keuangan daerah mencukupi dan mengoptimalkan lahan persawahan seluas-luasnya.
“Bila 10 ribu hektar dengan menghasilkan 10 ton per hektar maka 100 ribu ton dengan nilai 550 miliar dengan kalkulator harga 5.500. Siapa yang punya uang dari hasil ini,Bupati, bukan. Petani lah yang punya uang,” ungkap Bachrun.
Selama ia memimpin Pemkab Muna, ia akan terus memanfaatkan dengan baik pabrik jagung di Desa Bea yang akan membuat jagung Muna akan bernilai dan menguntungkan masyarakat Muna.
Pembelian harus melewati Bulog dengan standar yang sudah ditetapkan, saat ini pabrik butuh 60 ton perhari sementara kita baru capai 20 ton per hari,” ujarnya.
Laporan : LM Nur Alim











