Kampus

Panitia Pilrek UHO Telah Terbentuk, Plt Rektor Tegaskan Pemilihan Rektor Harus Aman, Lancar, dan Bebas Intrik

27
×

Panitia Pilrek UHO Telah Terbentuk, Plt Rektor Tegaskan Pemilihan Rektor Harus Aman, Lancar, dan Bebas Intrik

Sebarkan artikel ini
(Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Tahapan proses pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari, Sulawesi Tenggara, terus dilakukan dan dimatangkan oleh Plt Rektor bersama seluruh anggota Senat UHO. Tahapan awal ditandai dengan pembentukan panitia oleh Senat Universitas yang telah dilakukan sejak pertengahan April 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan rektor berjalan sesuai mekanisme dan tidak benar jika disebutkan panitia belum terbentuk dan prosesnya jalan di tempat.

Ia memastikan, struktur kepanitiaan telah lengkap dan kini tengah bekerja menyusun berbagai perangkat teknis pelaksanaan pemilihan.

“Proses pemilihan itu telah berjalan. Sejak tanggal 16 April kita rapat senat melakukan pembentukan panitia dan panitia itu sudah terbentuk. Jadi tidak benar kalau disebut sampai sekarang belum ada. Ketua panitianya juga sudah ada,” tegasnya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, tugas panitia tidak hanya sebatas administratif, tetapi juga menyusun secara rinci seluruh tahapan pemilihan. Mulai dari penyusunan tata cara pemilihan, mekanisme pendaftaran, hingga aturan teknis yang mengacu pada regulasi dari kementerian terkait.

Baca Juga :  Tim KKN-PPM UGM Latih Keterampilan Olahan Pangan dan Kerajinan Untuk Warga Transmigran di Kabupaten Muna

“Panitia sekarang sementara bekerja menyiapkan berbagai hal, seperti drafting tata cara pemilihan, tata cara pendaftaran, serta aturan-aturan lain. Persyaratan itu tidak hanya diambil mentah dari aturan, tapi harus dijabarkan lebih rinci oleh panitia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Plt Rektor menekankan bahwa seluruh keputusan strategis, termasuk penetapan jadwal pemilihan, harus melalui rapat Senat Universitas. Ia menegaskan bahwa rektor, terlebih dalam kapasitas pelaksana tugas, tidak memiliki kewenangan menetapkan secara sepihak.

“Penentuan jadwal, waktu sosialisasi, hingga durasi tiap tahapan itu harus melalui keputusan senat. Rektor tidak bisa mengatur sendiri, apalagi hanya sebagai pelaksana tugas. Semua harus dibahas bersama dalam rapat senat,” ujarnya.

Baca Juga :  Rumpun Perempuan Dorong Pembentukan Satgas Anti Kekerasan Perempuan di Kampus

Rapat senat yang semula dijadwalkan pekan ini terpaksa ditunda karena sebagian besar anggota senat tengah terlibat dalam pengawasan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Untuk memastikan kehadiran penuh anggota, rapat kemudian dijadwalkan ulang pada 30 April 2026.

“Kita ingin semua anggota senat hadir. Jangan sampai ada kesan rapat digelar bertepatan dengan agenda lain. Karena itu kita pilih waktu yang benar-benar kosong, dan insyaallah rapat senat akan dilaksanakan tanggal 30 April,” katanya.

Dalam rapat tersebut, senat akan menetapkan secara resmi jadwal lengkap pemilihan rektor, mulai dari tahap sosialisasi hingga pendaftaran bakal calon. Hasil keputusan itu selanjutnya akan dilaporkan ke kementerian sebagai bentuk koordinasi dan permohonan pendampingan.

“Setelah jadwal ditetapkan, kita akan sampaikan ke kementerian bahwa proses sudah berjalan sampai tahapan tertentu. Selanjutnya kita juga akan meminta pendampingan, sehingga setiap langkah yang diambil tetap sesuai aturan,” bebernya.

Baca Juga :  Kampus STIE Enam Enam Kendari Klarifikasi Insiden di Proses Wisuda, Murni Persoalan Pribadi

Plt Rektor juga menegaskan bahwa pemilihan ini harus berjalan dengan lancar, aman, tertib dan tanpa intrik-intrik lain sehingga bisa mewujudkan cita-cita bersama membangun kampus yang lebih maju dan lebih baik.

Oleh karena itu, dia mengharapkan dukungan dan support dari semua pihak agar bisa ber sama-sama ikut menyukseskan pemilihan rektor ini, atas dasar untuk kemajuan dan peningkatan universitas ke arah yang lebih baik ke depannya.

“Kita berharap proses pemilihan ini bisa berjalan dengan aman, lancar dan tertib tanpa ada intrik-intrik lain. Tujuan kita tentunya hanya semata-mata untuk kampus yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan dimulainya tahapan ini, diharapkan proses pemilihan Rektor UHO dapat berlangsung transparan, akuntabel, serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kampus ke arah yang lebih maju.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!