Kolom Sultra

Dinas Sosial Provinsi Sultra Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Rahandouna Atas Intruksi Gubernur

128
×

Dinas Sosial Provinsi Sultra Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Rahandouna Atas Intruksi Gubernur

Sebarkan artikel ini
Kepada Dinas Sosial Provinsi Sultra, Parinringi saat menyera bantuan karpet kepada korban kebakaran di Jalan P. Antasari, Kelurahan Rahandouna, Kendari. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Kebakaran melanda pemilik kios di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia pada Jumat (23/1) sore. Insiden kebakaran ini menghanguskan tiga kios dan satu unit mobil, hingga tinggal reruntuhan. Melihat peristiwa ini, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) datang memberikan bantuan atas perintah langsung Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua, Sabtu (24/1/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa perlengkapan tidur: 6 kasur, 6 selimut, 6 tenda gulung; kebutuhan anak: 3 paket Family Kids, 6 paket makanan anak, 3 paket kids ware; serta logistik & Sandang: 60 paket lauk-pauk, 30 paket makanan siap saji, pakaian dewasa, dan perlengkapan sanitasi.

Baca Juga :  Kepala PPS Kendari Lakukan Pendampingan Pelayanan Perizinan di PPI Beba Takalar

Amatan awak media, selain menyerahkan langsung bantuan, Dinas Sosial Provinsi yang dipimpin langsung oleh kepala dinas Parinringi turut memberikan penguatan dalam menghadapi musibah, juga menyerap keluhan korban. Ketiga korban dalam peristiwa ini adalah Ahmad Dalle, Erick, dan Ardi.

Kepala Dinas Sosial Sultra, Parinringi, mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan perintah gubernur, harus hadir saat masyarakat mengalami musibah.

“Ini arahan Bapak Gubernur – tidak boleh menunggu aturan birokrasi jika urusannya kemanusiaan,” ujarnya.

Parinringi juga mengingat kepada masyarakat atas bahaya kebakaran karena seringkali terjadi atas kelalaian sendiri.

Baca Juga :  Dit Binmas Polda Sultra Berbagi Takjil Bersama Masyarakat di Bundaran Tank Andonouhu

“Kalau bencana alam itu di luar kuasa kita. Tapi kalau karena human error, itu bisa kita minimalisir,” pesan Parinringi.

Parinringi bilang, meskipun bantuan ini tidak banyak jumlahnya, namun harapan pemerintah bisa sedikit memberikan keringanan sehingga mereka bisa kembali bangkit dan berusaha.

“Meskipun tanggung jawab penanganan korban kebakaran di bawah 10 orang berada di pemerintah kota, Pemprov Sultra tetap memberikan dukungan dan bantuan atas dasar kemanusiaan,” pungkasnya.

Peristiwa kebakaran yang diduga berawal dari korsleting saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dari mobil ke mesin Pertamini. Selain menghanguskan kios dan mobil, insiden ini juga menjadi pilu mendalam karena telah menghanguskan uang simpanan modal senilai Rp20 juta rupiah pemilik kios.

Baca Juga :  Bayar Pajak di Samsat Kendari dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Hari Tertentu

“Semuanya tabungan kita jadi abu, tapi bantuan ini bikin kita punya harapan buat bangkit lagi,” ujar salah satu korban dengan suara bergetar.

Atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov Sultra, Ahmad Dalle, Erick, dan Ardi juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas respon cepat ini. Bagi mereka, kehadiran pemerintah adalah harapan baru untuk memulai kembali usaha mereka yang telah terbakar.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!