KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muna melaunching hasil kinerjanya akhir tahun 2025 dikantornya, Rabu (24 Desember 2025).
Kepala BNNK Muna, Muhammad Ridwan Zain mengatakan, selama tahun 2025, berbagai program penanganan permasalahan narkotika telah dilaksanakan BNNK Muna, baik di bidang pencegahan dan pemberdayaan (preventife), pemberantasan narkotika (represif) serta pemulihan (rehabilitasi) penyalahguna narkotika.
“Dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimiliki dan melalui penguatan kolaboratif, BNNK muna terus berupaya melaksanakan penanganan permasalahan narkotika semaksimal mungkin. Penguatan kolaboratif dengan semua pihak dalam bingkai semangat kebersamaan menghadirkan pelayanan dan perlindungan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara,” kata Ridwan Zain dalam konferensi pers akhir tahun 2025 dikantornya.
Dia menyampaikan, dalam rangka penyebarluasan informasi P4GN melalui metode sosialisasi, BNNK Muna telah mencatat sebanyak 7.199 orang telah menerima informasi P4GN yang tersebar di instansi pemerintah, swasta, lingkungan pendidikan (sebanyak 69 kali mulai dari tingkatan TK/PAUD hingga perguruan tinggi), serta kalangan masyarakat.
“Dalam rangka deteksi dini, BNNK muna telah melaksanakan test urine sebanyak 210 0rang, yang berasal dari berbagai kalangan, baik instansi pemerintah, instansi swasta juga internal personil BNNK Muna,” ucapnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemetaan dari BNN Republik Indonesia, tahun ini BNNK Muna mengukuhkan Desa Lagasa sebagai Desa bersih narkoba(BERSINAR), dan telah mendorong lahirnya relawan – relawan yang aktif dalam upaya P4GN pada wilayah tersebut.
“Kegiatan desa bersinar ini dibentuk dengan melibatkan stakeholder terkait, terutama pemerintah desa,” tuturnya.
Terkait dengan upaya menangani permasalahan penyalahgunaan narkotika, kata Zain, rehabilitasi merupakan pilihan terbaik.
“Rehabilitasi bukan hanya memulihkan kesehatan fisik, tetapi juga mental dan hubungan sosial agar penyalahguna narkoba dapat kembali menjadi manusia yang sehat secara fisik dan mental sekaligus mampu kembali menjadi manusia produktif di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menuturkan, BNK Muna memiliki instrumen rehabilitasi yaitu klinik pratama BNNK Muna telah melakukan rehabilitasi sejumlah 30 orang, yang tersebar di kecamatan katobu, batalaiworu, duruka, dan lohia, serta merehabilitasi rawat jalan sebanyak 21 penyalahguna narkoba yang mengakses layanan rehabilitasi dari berbagai latar belakang profesi, tingkat pendidikan, tingkatan usia.
Dia menambahkan, BNNK Muna berdasarkan laporan masyarakat telah mengamankan 5 orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Selanjutnya, pada periode januari hingga desember tahun 2025 BNN Kabupaten Muna melaksanakan asesmen terhadap 12 orang tersangka melalui TAT.
“Dari jumlah tersebut, 8 orang direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan di klinik pratama BNN Kabupaten Muna dan 4 orang direkomendasikan untuk menjalani proses hukum lanjut disertai rehabilitasi di rutan kelas IIB Raha. layanan TAT pada bagian pemberantasan BNN Kabupaten Muna tahun 2025 target 12 klien dengan capaian total 12 klien. jadi untuk bulan januari sampai dengan desember tahun 2025 sudah 100 %,” terangnya.
Laporan : LM Nur Alim











