Kolom SultraMuna

Wagub Sultra dan Bupati Muna Getarkan Dunia Lewat Festival Liangkabori Untuk Sultra

3278
×

Wagub Sultra dan Bupati Muna Getarkan Dunia Lewat Festival Liangkabori Untuk Sultra

Sebarkan artikel ini
Suasana Festival Liangkabori. (Foto: LM Nur Alim/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir. Hugua dan Bupati Muna Bachrun Labuta sudah melakukan komunikasi akan menggetarkan dunia lewat pariwisata yang dimulai dari Festival Liangkabori.

Wakil Gubernur Sultra Hugua, mengatakan, ide gagasan itu, sudah dalam rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang akan dibuat dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sultra yang tidak lama lagi akan disahkan, yakni Provinsi Sultra dikenal dengan Wakatobi sebagai kawasan pariwisata strategis nasional dan dikelilingi dengan tujuh keajaiban dunia.

“Tugas kita di Pemprov dan Bupati Muna mempromosikan iven seperti ini, tidak cuman untuk dalam negeri, akan tetapi akan menggetarkan dunia dari Liangkabori Muna ini,” kata Hugua dalam memberikan sambutan di Festival Liangkabori ke III yang berada di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Jumat (11 Juli 2025).

Dia menuturkan, jika dalam setahun terjadi 8 iven festival besar yang diadakan di Sultra, maka perputaran ekonomi bisa terlihat begitu indah disektor pariwisata yang terkoneksi secara alamiah karena terjadi setiap tahunnya.

Baca Juga :  Balai Bahasa Sultra Lakukan Uji Keterbacaan Buku Terjemahan di Kabupaten Muna

“Setiap tahun akan menjadi kalender ada iven festival Liangkabori yang akan diadakan setiap bulan Juli. Tinggal iven tambahannya dikembangkan, ada pantai Meleura, Napabhale, perkelahian kuda, dan yang lain sehingga menarik dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

Hugua menjelaskan, pariwisata Sultra nanti akan dikoneksikan dan saling mendukung dalam klaster festival.

“Pemprov telah menetapkan kalender ivennya yang akan di Perdakan dalam waktu dekat ini. Sehingga setiap tahun iven yang akan dilakukan sudah jelas untuk di jual di pasar nasional dan global,” ucapnya.

“Wisatawan tinggal memilih akan mengikuti festival yang mana. Semua akan dikenalkan dengan segala macam keunikan dan daya tariknya tersendiri,” sambung Hugua.

Festival Liangkabori yang menampilkan Gua Pra Sejarah dengan berbagai lukisan yang menggambarkan peradaban masyarakat Muna ribuan tahun silam dengan terdapat gambar layang-layang, hewan, perahu, telapak tangan didinding gua. Klaster ini meliputi klaster Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Festival Wakatobi sebagai kawasan pariwisata strategis nasional. Festival Keraton Buton meliputi klaster Kota Bau-bau, Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah.

Baca Juga :  Gubernur Sultra Ingatkan Dampak Global, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi Sultra

Festival Rawa Opa meliputi tujuh klaster Kabupaten, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kota Kendari dan beberapa Kabupaten sekitar

Festival pulau Padamara di klaster Kolaka dan Kolaka Utara meliputi danau terpendek di dunia, danau biru, penangkaran anoa pertama.

Permandian air panas Wawolesea di Konawe Utara situs sejarah dan pulau labengki. Festival Kota Mais di Wawonii. Dan Festival mangrove terbesar di asia tenggara timur yang ada di Kabupaten Butur.

Bupati Muna Bachrun Labuta berharap, dengan adanya festival Liang Kabori yang diagendakan setiap tahun bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena ini akan menjadi tempat wisata.

“Tempat ini harus dijaga dengan baik demi kemajuan Desa Liang Kabori dan Kabupaten Muna secara umum. Pelihara kebersihan dan pelihara kelestariannya jangan sampai menghilangkan situs pra sejarah ini,” tutur Bachrun.

Dia menyatakan, iven festival Liang Kabori nantinya akan dirangkaikan dengan iven tempat pariwisata yang ada di Muna.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Pj Gubernur Sultra ke Muna, Serahkan Pompa Air untuk Kelompok Tani

“Disektor pariwisata, Kita punya Liang Kabori, Benteng Keraton Muna Terluas, Pantai Meleura dan pantai Napabhale. Ini akan kita jadikan satu momen menjadi ivent wisata secara bersama yang bisa mendatangkan wisatawan dan mendapatkan perputaran ekonomi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Panitia kegiatan festival Liang Kabori sekaligus sebagai Kepala Desa Liang Kabori Farlin mengucapkan terima kasih kepada Pemprov dan Pemda Muna serta seluruh elemen yang berkontribusi sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik.

“Semoga bisa menjadi amal jari dikemudian hari sehingga acara vestival Liang Kabori bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Festival Liang Kabori dihadiri oleh Wakil Gubernur Sultra Hugua, Bupati Muna Bachrun Labuta, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil Ndoasa, Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa, Sekda Muna Eddy Uga dan Sekda Muna Barat LM Husein Tali, Forkompinda, tokoh adat dan tokoh masyarakat, Kepala-kepala OPD serta masyarakat dan wisatawan turut hadir.

 

Laporan: LM Nur Alim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!