Kolom Sultra

Dari Bumi Anoa untuk Indonesia, Kemendagri Anugerahkan Penghargaan bagi Pemda Berprestasi se-Sulawesi

16
×

Dari Bumi Anoa untuk Indonesia, Kemendagri Anugerahkan Penghargaan bagi Pemda Berprestasi se-Sulawesi

Sebarkan artikel ini
(Foto: Syahrul Sanip/Diskominfo Sultra)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi saksi malam penghargaan bagi pemerintah daerah terbaik se- Sulawesi. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Hotel Claro Kendari, Jumat malam (29/5/2026), sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota menerima penghargaan atas capaian pembangunan dan inovasi pelayanan publik.

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Anoa itu menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan keberhasilan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting hingga inovasi pembiayaan pembangunan daerah.

Penghargaan diberikan dalam empat kategori utama, yakni Penurunan Tingkat Pengangguran, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan Penurunan Tingkat Pengangguran, dinilai berdasarkan upaya daerah dalam menekan angka pengangguran melalui program dan inovasi ketenagakerjaan.

Kategori Creative Financing, penilaian mencakup kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya melalui inovasi pembiayaan pembangunan, pengelolaan BUMD untuk meningkatkan PAD, digitalisasi tata kelola keuangan, serta konsistensi opini audit dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Pengendalian Inflasi, dinilai berdasarkan kinerja pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi secara konsisten dan terukur. Indikator penilaian meliputi kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran, efektivitas program pengendalian inflasi, serta keberhasilan menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, penilaian mencakup komitmen daerah dalam menurunkan kemiskinan dan stunting melalui sinergi program, efektivitas intervensi, dan inovasi daerah.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Umat Kristiani Berkumpul di Kendari Rayakan Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Pada kategori Penurunan Angka Pengangguran, Kabupaten Kolaka berhasil meraih predikat terbaik pertama tingkat kabupaten, disusul Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Kolaka Utara. Untuk tingkat kota, Kota Baubau keluar sebagai terbaik pertama, diikuti Kota Kendari dan Kota Parepare. Sementara untuk tingkat provinsi, penghargaan diraih Provinsi Sulawesi Barat.


Di kategori Creative Financing, Kabupaten Wajo menjadi terbaik pertama tingkat kabupaten, sementara Kota Makassar menjadi yang terbaik di tingkat kota. Untuk tingkat provinsi, Sulawesi Selatan meraih posisi terbaik pertama, sedangkan Sulawesi Tenggara berhasil menempati posisi terbaik kedua.

Pada kategori Pengendalian Inflasi, Kabupaten Sigi meraih penghargaan terbaik pertama tingkat kabupaten. Untuk tingkat kota, Kota Bitung menjadi yang terbaik, sedangkan Provinsi Gorontalo memperoleh penghargaan tertinggi di tingkat provinsi.

Sementara itu, kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting menempatkan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai terbaik pertama tingkat kabupaten, Kota Tomohon terbaik pertama tingkat kota, dan Provinsi Sulawesi Utara terbaik di tingkat provinsi.

Malam penganugerahan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta para gubernur, bupati, wali kota, dan unsur Forkopimda se-Sulawesi.

Baca Juga :  DPRD Soroti Kekosongan Jabatan Strategis di OPD Pemprov Sultra

Dilansir dari akun medsos Diskominfo Sultra, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena Sulawesi Tenggara dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis tersebut.

Ia menyambut hangat seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir di Kendari serta berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat sinergi pembangunan antar daerah di kawasan Sulawesi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulawesi Tenggara, kami menyampaikan selamat datang di Bumi Anoa kepada seluruh tamu dan peserta kegiatan,” ujar Andi Sumangerukka.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan Kemendagri merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kerja keras pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa ajang apresiasi tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada kepala daerah agar terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat.

Menurut Tito, penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa banyak kepala daerah di Indonesia yang mampu menunjukkan prestasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Acara ini menunjukkan bahwa banyak kepala daerah yang baik dan berprestasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem penilaian kini dilakukan berbasis regional sehingga daerah dengan kapasitas fiskal yang lebih kecil tetap memiliki peluang yang sama untuk bersaing.

Baca Juga :  Jasa Raharja Petakan 10 Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas se- Sultra

Data penilaian, lanjut Tito, bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga prosesnya berlangsung objektif, terukur, dan transparan.

“Yang dinilai adalah indikator yang dapat diukur secara kuantitatif, seperti pengangguran, kemiskinan, dan inflasi,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Menko Polkam Djamari Chaniago menilai persaingan antar daerah dalam penghargaan tahun ini berlangsung sangat ketat.

Menurutnya, selisih nilai antar peserta sangat tipis sehingga menunjukkan kualitas pemerintahan daerah di regional Sulawesi secara umum semakin baik.

Ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang belum mendapatkan penghargaan jangan terlalu kecewa, karena selisih nilainya sangat tipis. Ini menunjukkan rata-rata daerah kita berada pada posisi yang baik,” katanya.

Djamari juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan sendiri. Semua unsur harus bekerja bersama dengan tujuan utama menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026 pun menjadi bukti bahwa inovasi, kolaborasi, dan kerja nyata pemerintah daerah terus tumbuh di berbagai penjuru Pulau Sulawesi, sekaligus memperlihatkan semangat kompetisi sehat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!