KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Plt Bupati Muna Bachrun Labuta dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Muna angkat bicara menyikapi pembangunan Stadion yang dibangun di kawasan Kota Motewe, Kabupaten Muna, menggunakan dana puluhan miliar rupiah rubuh, pada Sabtu, 03 Agustus 2024.
Diketahui, pembangunan stadion di Motewe telah menelan anggaran sekitar Rp34 miliar dari dua tahun anggaran yang melekat pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Muna. Tahun 2022 paket pekerjaan senilai Rp16 miliar bersumber dari pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dikerjakan oleh PT. Laskar Buton Semesta dan dilanjutkan pada Tahun 2023 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditentukan sebesar Rp18 miliar dikerjakan oleh PT Sinar Bulan.
Plt Bupati Muna Bachrun Labuta mengatakan, terkait bangunan stadion yang runtuh itu, pekerjaannya masih dalam tahap pemeliharaan dan masih tanggung jawab pihak rekanan sebagai kontraktor pekerjaan itu.
“Kalau runtuh masih domain pemerintah untuk mengingatkan pihak kontraktor untuk memperbaiki. Uang yang tersisa masih sekitar 15 persen belum dicairkan,” kata Bachrun, saat ditemui diacara pembukaan kejuaraan bola gotong Pemda Muna, Senin (5/8/2024).
Menurutnya, runtuhnya bangunan itu harus diperiksa terlebih dahulu oleh tim teknis seperti pihak PUPR dan Inspektorat untuk mengetahui secara detail, apa penyebab atau masalah runtuhnya bangunan itu.
Ditempat terpisah, Kadispora Muna, Rustam menyatakan, dari kegiatan proyek, masih murni tanggung jawab rekanan dan pihak rekanan sudah menyatakan siap bertanggung jawab atas pekerjaan stadion yang runtuh itu.
“Ada catatan dalam PHO pada April 2024, ada terlihat retakan yang mengakibatkan rembesan air terlihat dan menetes, sempat melihat retakan akibat hujan. Ini berbahaya bila digunakan. Ini perlu dilihat khusus oleh rekanan dan kalau perlu ini dibongkar,” terang Rustam.
Rustam menyampaikan, saat ini masih masa pemeliharaan, anggaran yang belum dicairkan masih besar yang masuk dalam hutang Pemda Muna terhadap pihak rekanan sekitar Rp 2,9 miliar.
“Di PHO dalam catatan, kita minta dibongkar. Masa peliharaan sampai akhir Oktober 2024 sekitar tanggal 27 atau 28,” sebutnya.
Menurutnya, runtuhnya bangunan stadion itu belum diketahui secara pasti, sebab belum ada kajian dari timnya mengenai itu.
Laporan: LM Nur Alim











