AdvetorialPemkot Kendari

Pemkot Kendari Gandeng Pemkab Sidrap Perkuat Ketahanan Pangan, Siap Pasok Telur untuk Program MBG

31
×

Pemkot Kendari Gandeng Pemkab Sidrap Perkuat Ketahanan Pangan, Siap Pasok Telur untuk Program MBG

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran usai menandatangani MoU bersama Bupati Sidrap. (Foto: Usman/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat strategi ketahanan pangan melalui kerja sama antar daerah. Kali ini, Pemkot Kendari resmi menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait perdagangan komoditas unggulan antar daerah.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat (29/5/2026), menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara kedua daerah.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Sidrap dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran mereka disambut Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekertaris Daerah Kota Kendari, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa Sidrap merupakan salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia yang telah terbukti sukses membangun sektor pertanian dan peternakan.

Baca Juga :  Lagi-lagi, Pj Wali Kota Kendari Ingatkan dan Tegaskan ASN Jaga Netralitas di Pilwali 2024

“Kabupaten Sidrap sudah diakui di Indonesia. Swasembada pangannya luar biasa dengan kontribusi yang begitu besar, dan kami di Kota Kendari sangat membutuhkan itu,” ujar Siska.

Menurutnya, kebutuhan pangan di Kota Kendari terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pelaksanaan berbagai program pemerintah. Salah satu komoditas yang paling dibutuhkan saat ini adalah telur ayam.

Siska mengungkapkan bahwa kebutuhan telur di Kota Kendari mencapai sekitar 98 ribu butir per hari. Jumlah tersebut bahkan baru diperuntukkan bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi program prioritas pemerintah.

“Untuk telur sendiri, kami membutuhkan sekitar 98 ribu butir setiap hari. Itu baru untuk kebutuhan MBG. Belum termasuk kebutuhan masyarakat umum, rumah makan, restoran, dan sektor usaha lainnya yang tentu jauh lebih besar,” jelasnya.

Selain telur, Kota Kendari juga masih membutuhkan pasokan beras dalam jumlah besar. Meskipun memiliki sejumlah kawasan persawahan, produksi beras lokal belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Himbau Warga Jaga Kondusifitas: Kedamaian dan Persatuan Jadi Prioritas Utama

Karena itu, kerja sama dengan Sidrap dinilai menjadi solusi strategis yang saling menguntungkan. Sidrap dikenal unggul di sektor pertanian dan peternakan, sementara Kendari memiliki potensi besar di sektor perikanan, perdagangan, dan jasa.

“Potensi setiap daerah berbeda-beda. Sidrap unggul di sektor pertanian, sedangkan Kendari memiliki kekuatan di sektor perikanan dan sumber daya lainnya. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk saling melengkapi,” tambahnya.

Wali Kota Kendari berharap kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas pangan, tetapi dapat berkembang ke berbagai sektor lainnya, termasuk pengembangan ekonomi daerah, investasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“InsyaAllah kami juga akan berkunjung ke Kabupaten Sidrap untuk melihat langsung berbagai keberhasilan yang telah dicapai dan belajar dari pengalaman mereka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan komitmen daerahnya untuk mendukung kebutuhan pangan Kota Kendari. Ia memastikan Sidrap siap menjadi salah satu daerah pemasok utama beras dan telur bagi masyarakat Kendari.

Baca Juga :  Wali Kota Kendari Gelar Halal Bi Halal dengan Seluruh ASN Pemkot Usai Apel Perdana Libur Lebaran

“Beras dan telur tentu kami siap menyuplai kebutuhan pangan di Kota Kendari. Produksi dari Sidrap nantinya juga akan dipasarkan melalui masyarakat Sidrap yang tinggal di Kendari,” ujarnya.

Syaharuddin menyebut ribuan warga asal Sidrap yang menetap di Kota Kendari dapat menjadi jembatan pemasaran sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua daerah.

Tak hanya menawarkan pasokan pangan, Syaharuddin juga mengaku tertarik mempelajari konsep pembangunan dan penataan Kota Kendari yang dinilainya berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami juga siap belajar bagaimana menata Kabupaten Sidrap seperti cantiknya dan kemajuan Kota Kendari sekarang,” katanya.

Sebagai simbol persahabatan dan komitmen mempererat hubungan antar daerah, kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Pemerintah Kota Kendari.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model sinergi antar daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan bagi masyarakat kedua wilayah.* (Adv)

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!