KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulawesi Tenggara kembali berunjuk rasa di depan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan menyegel kantor ruang kerja Rektor, Senin (17/11/2025). Aksi ini merupakan puncak dari serangkaian protes yang dilakukan AMM menuntut agar Rektor UMK bertanggung jawab atas dugaan praktik nepotisme.
Humas Pergerakan Angkatan Muda Muhammadiyah, Adyansyah, mengatakan aksi ini dilakukan karena melihat kebijakan Rektor UMK Prof. Muhammad Nurdin sejak dilantik sebagai rektor pada 2023 lalu, jauh menyimpang dari kepribadian dan spirit didirikannya Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Rektor tidak sadar diri dan melanggar nilai-nilai dakwah Muhammadiyah,” ujar Adyansyah, usai melakukan penyegelan ruang kerja rektor.
AMM menuding, selama kepemimpinan Rektor UMK Prof. Muhammad Nurdin telah membangun “kerajaan kecil” dengan menempatkan anak, istri, ponakan, ipar, dan kroni-kroninya pada jabatan-jabatan strategis di kampus.
Humas AMM menyatakan kekecewaannya karena rektor selalu menghindar dan tidak mau menemui pengunjuk rasa sejak aksi jilid pertama hingga keempat.
“Kami anggap Rektor UMK ini pengecut dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
AMM mendesak Badan Pembina Harian (BPH) UMK untuk memberikan sanksi tegas kepada rektor, mulai dari teguran hingga pemberhentian sementara, dan merekomendasikan pencopotan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Kami akan menduduki kampus sampai ada SK pencopotan rektor,” ancam mereka.
Selain nepotisme, AMM juga menyoroti dugaan pengelolaan dana yang tidak transparan, termasuk kasus salah satu dekan yang mengelola dana tanpa pagu resmi dan penerbitan rekening magister yang diduga mengalir ke rekening pribadi staf dekan Fakultas Hukum UMK.
“Ini sudah masuk KKN dan merusak moralitas Muhammadiyah,” kecam Adyansyah.
AMM berjanji akan terus mengungkap kasus-kasus lain, termasuk dugaan pungutan liar (pungli) administratif. Mereka menilai rektor gagal mengontrol dan mengelola kampus dengan baik. Aksi penyegelan akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Sementara itu, Wakil Rektor UMK III saat ditemui di lokasi penyegelan enggan memberikan komentarnya terkait aksi yang dilakukan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah ini.
Editor: Hasrul Tamrin











