KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali memberangkatkan ribuan mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026. Sebanyak 5.109 mahasiswa resmi dilepas untuk menjalankan pengabdian selama 30 hari di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Pelepasan peserta KKN berlangsung di Auditorium H.A.E. Mokodompit, Kampus UHO Kendari, Senin (13/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya UHO membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Dari total peserta, sebanyak 3.799 mahasiswa mengikuti KKN Reguler yang terbagi dalam 264 kelompok. Mereka berasal dari 14 fakultas dengan komposisi terbanyak dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebesar 30,38 persen, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 22,72 persen, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 10,29 persen.
Ribuan mahasiswa tersebut akan ditempatkan di tujuh kabupaten, yakni Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Utara. Selama berada di lokasi, mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah.

Selain KKN Reguler, UHO juga melaksanakan KKN Tematik yang terintegrasi dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pada angkatan ini terdapat 80 judul PKM yang telah disetujui dan didanai, melibatkan 1.310 mahasiswa dengan pendampingan 481 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Sebaran program KKN Tematik didominasi Kota Kendari dengan 41 judul kegiatan, diikuti Konawe Selatan sebanyak 19 judul, Konawe 18 judul, serta Konawe Kepulauan dan Bombana masing-masing satu judul.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., saat pelepasan peserta KKN mengingatkan seluruh peserta agar mampu menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari pelaksanaan program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang baik dengan warga serta menghormati adat dan budaya setempat.
Ia menegaskan mahasiswa harus mampu berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang usia, pendidikan, dan budaya yang beragam. Karena itu, sikap santun, disiplin, dan kepedulian sosial menjadi modal penting selama menjalankan pengabdian.
“Jangan sekadar mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat sehingga dapat ditemukan solusi atas persoalan tersebut,” ujarnya.
Melalui program KKN Reguler dan KKN Tematik ini, UHO berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, membantu menyelesaikan berbagai persoalan di desa, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara. (Adv)
Editor: Hasrul Tamrin











