Kolom SultraMuna

Monitoring dan Evaluasi, Kakanwil BPN Sultra Puji BPN Muna Tuntaskan Program Nasional

1176
×

Monitoring dan Evaluasi, Kakanwil BPN Sultra Puji BPN Muna Tuntaskan Program Nasional

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Sulawesi Tenggara, Asep Heri saat melakukan kunjungan kerja ke BPN Muna. (Foto : LM Nur Alim/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara, Asep Heri melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi terhadap program strategis nasional di BPN Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah yang dipusatkan di kantor BPN Muna, Selasa (25 Juni 2024).

Asep Heri mengatakan tiga daerah ini, telah menyelesaikan target program strategis nasional, salah satunya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Terima kasih kepada BPN Muna, Mubar, dan Buteng, target kita telah selesai dikerjakan untuk tahun 2024 ini,” kata Asep saat ditemui di kantor BPN Muna, Selasa (25/6/2024).

Baca Juga :  KSOP Kendari Lakukan Apel Siaga dan Buka Posko Terpadu Jelang Nataru

Dia menuturkan, bahwa BPN Kabupaten Muna, di tahun 2024 ini, sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan rangking satu dari 17 kabupaten/kota se- Sultra dan mendapat predikat kedua secara nasional.

“Itu merupakan capaian yang luar bisa dan kerja yang luar biasa dari BPN Muna,” cetusnya.

Kakanwil BPN Sultra menyatakan, dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sultra, sudah 11 kabupaten dan kota yang telah menyelesaikan program strategis nasional.

Baca Juga :  Rakor Bersama Pemda se- Sultra, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Sampaikan Empat Hal Penting

“Nanti hanya dua yang akan meleset, yakni Kota Baubau dan Kabupaten Konawe Utara dikarenakan ada target ketambahan yang diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan BPN Sultra dalam menjalankan program strategis nasional, tidak terlepas dari peranan Pemerintah Daerah berserta dinas-dinas terkait.

“Target program strategis nasional di Sultra memiliki target 50 ribu sertifikat, 35 ribu PTSL dan 15 ribu sertifikat untuk redistribusi,” ucapnya.

Heri juga datang ke Kabupaten Muna dalam rangka Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Baca Juga :  Ratusan Pemuda dan Mahasiswa di Kendari Duduki Kantor BPOM Kendari, Diduga Langgar Prosedur Pengawasan

“Kita berharap, GTRA bisa menjadi sarana untuk bisa menyelesaikan masalah pertanahan yang ada di Muna,” ungkapnya.

Ia menambahkan, GTRA juga bisa memberikan akses dan aset yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Aset refomanya disertifikatkan, terus aksesnya disalurkan dengan perekonomian, baik mendapatkan permodalan maupun dilakukan pelatihan sehingga menghasilkan prodak UMKM dan kita bantu untuk pemasarannya yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Hari.

 

 

Laporan: LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!