KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka kembali meneguhkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan mempererat persatuan pada momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 serta gelaran spektakuler Semarak Dirgantara 2026 di Lapangan Upacara Tugu Eks MTQ Sultra, Senin (27/4/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi refleksi perjalanan panjang sejak terbentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 1964. Dalam kurun lebih dari enam dekade, Bumi Anoa sebutan lain Sulawesi Tenggara terus menunjukkan geliat kemajuan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi daerah yang berbasis potensi lokal.
Dalam amanatnya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa capaian pembangunan yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari jasa besar para tokoh pendiri daerah. Fondasi yang telah mereka bangun menjadi pijakan kuat bagi generasi saat ini untuk melanjutkan pembangunan yang lebih progresif dan inklusif.
“Sudah sepatutnya kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh pejuang pendiri Provinsi Sulawesi Tenggara. Semangat perjuangan mereka harus terus kita lanjutkan melalui kerja nyata,” ujar gubernur.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam serta keberagaman masyarakat Sulawesi Tenggara merupakan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam, masyarakat Sultra dinilai memiliki modal sosial yang besar dalam menciptakan harmoni dan stabilitas daerah.
“Harmonisasi keberagaman menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Anoa,” tambahnya.
Peringatan HUT kali ini yang juga bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 semakin memperkuat pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Pemerintah daerah dituntut untuk mampu merancang kebijakan yang tepat sasaran serta memastikan setiap program pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media menjadi faktor kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam mendorong kemajuan Sulawesi Tenggara.
Puncak peringatan semakin semarak melalui gelaran “Semarak Dirgantara 2026” yang menghadirkan atraksi udara spektakuler dari jajaran TNI Angkatan Udara. Ribuan masyarakat tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat edukasi mengenai peran strategis pertahanan udara nasional.
Kepala Staf Angkatan Udara, M. Tonny Harjono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mendekatkan TNI AU dengan masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI AU adalah tentara rakyat yang selalu hadir dan bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Atraksi terjun payung yang melibatkan personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan Wanita Angkatan Udara (Wara) menjadi salah satu momen paling memukau. Simbol penghormatan ditampilkan melalui penyerahan buket bunga kepada Ibu Gubernur Sultra dan Ibu KASAU, yang disambut meriah oleh masyarakat.
Tak hanya itu, TNI AU juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, mulai dari layanan pengobatan gratis, operasi katarak dan bibir sumbing, bantuan alat bagi penyandang disabilitas, hingga aksi penghijauan melalui penanaman pohon.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan rencana strategis penguatan pertahanan udara di wilayah Sulawesi Tenggara. Posisi Kendari yang berada di jalur strategis nasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) menjadikannya sebagai titik penting dalam sistem pertahanan negara. Pemerintah pusat pun tengah menyiapkan penempatan alutsista modern, termasuk rencana kehadiran skuadron pesawat di wilayah ini.
Langkah ini tidak hanya berdampak pada aspek pertahanan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi daerah serta pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda Sulawesi Tenggara yang akan diprioritaskan dalam rekrutmen TNI AU.
Melalui peringatan HUT ke-62 ini, semangat kolaborasi dan persatuan semakin diteguhkan. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan TNI Angkatan Udara diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mempercepat pembangunan, memperkuat ketahanan nasional, serta mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. ** (Adv)











