AdvetorialPemkot Kendari

Kendalikan Inflasi, Wali Kota Kendari Hadirkan Solusi Pangan Murah untuk Warga

13
×

Kendalikan Inflasi, Wali Kota Kendari Hadirkan Solusi Pangan Murah untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Balai Kota Kendari. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali mengambil langkah nyata dalam menjaga stabilitas inflasi dengan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriayah Tahun 2026 Masehi.

Pemerintah Kota Kendari dibawah komando Wali Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di Pelataran Parkir Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.

Dalam sambutannya, walikota menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kota Kendari masih berada pada posisi aman dan terkendali.

“Inflasi kita di Kota Kendari masih 2,83 persen, sementara Sulawesi Tenggara 2,98 persen. Ini masih dalam batas normal,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin menekan harga terlalu rendah karena berpotensi memicu deflasi yang dapat berdampak pada pelaku usaha.

Baca Juga :  Kendari Bersolek Sambut UCLG ASPAC 2026, Wali Kota Siska Karina Imran Pimpin Langsung Pembersihan 15 Bangkai Kapal di Papalimba

“Memang kita tidak mau terlalu menekan penurunan harga, karena kita juga tidak ingin terjadi deflasi di Kota Kendari,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 25 Mei 2026. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti kenaikan harga bahan pokok.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat. Kita pastikan harga di sini lebih murah dibanding harga pasar,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia hingga mitra swasta seperti PT Sosro Indonesia.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Lepas Distribusi Logistik Pilkada 2024 di Kota Kendari Dikawal Ketat Kepolisian

Selain itu, untuk menjaga inflasi tetap stabil di Kendari, sejak Januari hingga Mei 2026, Dinas Ketahanan Pangan telah menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 27 ribu kepala keluarga berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah pusat.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada 1.339 kepala keluarga yang terdampak banjir, serta bantuan CSR Pertamina kepada 1.000 keluarga di Kecamatan Kendari dengan total nilai sekitar Rp250 juta.

“Untuk menjaga stabilitas harga, sampai hari ini Gerakan Pangan Murah mobile sudah kami lakukan kurang lebih 70 kali,” ungkap Abdul Rauf.

Menariknya, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal. Sekitar 20 pelaku UMKM kuliner binaan Ikatan Kuliner Kota Kendari ikut meramaikan kegiatan dengan berbagai olahan makanan khas daerah yang dijual dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Kendari Minta Dukungan Satpol PP Bantu Kelancaran dan Sukseskan Pemilu 2024

Kehadiran UMKM tersebut membuat suasana Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi ajang belanja murah, tetapi juga ruang perputaran ekonomi masyarakat kecil.

Salah satu warga, Rahma, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia berharap program serupa terus berlanjut.

“Alhamdulillah bisa beli lebih murah. Mudah-mudahan ke depan ada terus seperti ini supaya kita tidak terlalu terbebani harga di pasar,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah di Kendari ini menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berbicara angka, tetapi juga tentang kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat. ** (Adv)

 

Laporan: Usman                                                                    Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!