Advetorial

Gubernur Sultra Lepas 37 PPIH Dampingi Jemaah Haji, Tegaskan Pelayanan Inklusif dan Humanis

35
×

Gubernur Sultra Lepas 37 PPIH Dampingi Jemaah Haji, Tegaskan Pelayanan Inklusif dan Humanis

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyambut sambutan, menyerahkan bendera merah putih kepada salah satu petugas Haji sebagai tanda pelepasan PPIH Sultra 2026 dan pose bersama, Kamis (30/4/2026). (Foto: IST/KR)

KOLOMRAKYAT.COM:KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah seremoni khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan Pemprov Sultra dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi ribuan jemaah asal daerah tersebut.

Pelepasan dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Plh Sekda Sultra Muhammad Fadlansyah, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sultra Muhammad Lalan Jaya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sultra Muhamad Saleh, Wakil Ketua DPRD Sultra Herry Asiku, serta unsur organisasi keagamaan dan para petugas haji.

Mengusung tema “Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”, pelepasan PPIH tahun ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang inklusif dan humanis, seiring dengan karakteristik jemaah yang beragam, khususnya dari kelompok rentan.

Dalam laporannya, Muhammad Lalan Jaya mengungkapkan bahwa kuota jemaah haji Sultra tahun 2026 mencapai 2.078 orang, meningkat 15 orang dari kuota awal sebanyak 2.063 jemaah. Ribuan jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam lima kloter utuh, yakni Kloter 32, 34, 35, 36, dan 38, serta dua kloter gabungan, yaitu Kloter 39 dan 43 yang akan bergabung dengan jemaah dari provinsi lain.

Baca Juga :  Gubernur Hadiri Paripurna HUT Ke-62 Sultra, Tekankan Produktivitas untuk Kesejahteraan


Untuk memastikan pelayanan optimal, sebanyak 37 petugas haji telah disiapkan. Mereka terdiri dari lima ketua kloter, enam pembimbing ibadah, 10 Petugas Haji Daerah (PHD), empat petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 12 tenaga kesehatan.

“Seluruh petugas ini telah melalui proses seleksi ketat dan dipersiapkan secara matang, baik dari sisi kompetensi, fisik, maupun mental,” ujar Lalan.

Ia juga menambahkan bahwa penempatan petugas mempertimbangkan pendekatan etnis dan budaya guna memudahkan komunikasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa petugas haji tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga berperan sebagai duta bangsa dan daerah. Para petugas diingatkan untuk menjaga nama baik Indonesia dan Sulawesi Tenggara, serta memberikan pelayanan terbaik dengan penuh kesabaran.

Baca Juga :  KPU Sultra Resmi Tetapkan Pasangan Terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2025-2030

“Jagalah nama baik Indonesia dan Sulawesi Tenggara. Berikan pelayanan terbaik dengan penuh kesabaran, serta utamakan keselamatan dan kenyamanan jemaah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko selama pelaksanaan ibadah haji, termasuk memastikan jemaah mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.

Selain itu, kekompakan antarpetugas menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Para petugas juga diminta aktif mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan mengutamakan ibadah wajib dibandingkan sunah

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melaksanakan foto bersama dengan Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sultra, H. Muhammad Lalan Jaya, S.Pd., M.Si dan seluruh petugas PPIH Sultra 2026 di Ruang Polda Kantor Gubernur Sultra, Kamis (30/4). (Foto: IST/KR)

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menegaskan bahwa tugas sebagai petugas haji merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi.

Baca Juga :  PT. SBP Kembali Beraktivitas, Masyarakat Lingkar Tambang Gelar Syukuran

“Yang lebih utama adalah membantu jemaah. Membantu itu bagian dari ibadah. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan sikap non-diskriminatif, terutama bagi petugas yang tergabung dalam kloter gabungan. Ia menekankan agar seluruh jemaah dilayani secara adil tanpa membedakan asal daerah, baik dari Provinsi Sultra maupun provinsi lain.

“Apapun asal jemaah, tugas ini adalah amanah. Layani semuanya dengan baik tanpa perbedaan,” tegasnya.

Menutup acara, Gubernur secara resmi melepas para petugas PPIH Sultra disertai harapan agar seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan.

“Selamat bertugas, jaga kesehatan dan kekompakan. Ini adalah tugas mulia. Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih haji mabrur,” pungkasnya.

Pelepasan ini menjadi langkah awal penting dalam rangkaian panjang penyelenggaraan ibadah haji 2026, sekaligus menegaskan kesiapan Sultra dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah di Tanah Suci. ** (Adv)

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!