KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – SMK Negeri 4 Kendari melakukan terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan mengimplementasikan hasil temuan disertasi salah satu tenaga pendidiknya ke dalam kurikulum sekolah.
Program tersebut berfokus pada sinkronisasi dan kolaborasi lintas mata pelajaran antara mata pelajaran normatif-adaptif dengan mata pelajaran produktif (kejuruan).
Inovasi ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Dikbud Sultra, Aris Badara, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tenaga pendidik di SMKN 4 Kendari yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat doktoral.
Menurutnya, implementasi disertasi ini merupakan langkah nyata dalam mendiseminasi ilmu pengetahuan untuk kemajuan sekolah.
“Ini adalah bagian dari diseminasi hasil temuan disertasinya terkait bagaimana sinkronisasi antara mata pelajaran normatif-adaptif ke mata pelajaran produktif. Kita berharap ini menghasilkan satu dokumen yang bisa diimbaskan ke sekolah-sekolah lain,” ujar Aris Badara.
Selain fokus pada kurikulum, Aris Badara juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi informasi dan media sosial secara bijak di lingkungan pendidikan (SMA, SMK, dan SLB). Ia menegaskan bahwa Dinas Dikbud Sultra telah mengeluarkan instruksi resmi terkait hal ini.
“Alhamdulillah, pemanfaatan media sosial secara bijak sudah 100% diterapkan di sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara. Kita ingin guru dan siswa memberikan edukasi dan manfaat positif bagi masyarakat melalui media sosial,” pungkasnya.
Kepala SMKN 4 Kendari, Dr. Kasman, menjelaskan bahwa inti dari inovasi ini adalah penguatan mata pelajaran kejuruan sebagai kompetensi utama siswa, yang didukung secara kontekstual oleh mata pelajaran umum seperti Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
“Untuk implementasinya di sekolah mulai tahun ini sudah tahap uji coba dan tahun selanjutnya sudah bisa dioptimalkan sepenuhnya,” katanya.
Meskipun dalam tahap implementasi ini sesuai hasil disertasi baru diuji coba pada dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Inggris dan TIK dengan mata pelajaran kejuruan. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan diimplementasikan pada semua mata pelajaran.
“Kami berencana mengoptimalkan kolaborasi ini ke semua mata pelajaran di masa mendatang,” tutup Kepala Sekolah.
Editor: Hasrul Tamrin











