KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Puluhan Ribu masyarakat Kabupaten Muna terlibat dalam gerakan makan jagung yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna di sepanjang pengamanan pantai Sarana Olah Raga (SOR) La Ode Pandu Kota Raha, Minggu (2 Agustus 2026).
Gerakan makan jagung ini olahan tradisional Muna, sebagai upaya mencintai pangan lokal dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna yang ke-67 dan HUT RI ke-81 dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi vertikal, instansi Kecamatan, Keluraha, Desa-desa, Sekolah SD dan SMP, Puskesmas dan pelibatan kelompok masyarakat lainnya.
Dalam acara gerakan makan jagung yang diinisiasi oleh Bupati Muna Bachrun Labuta, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil Ndoasa, juga dihadirk oleh Wakil ketua komisi V DPR RI Ridwan Bae, anggota DPD RI Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan dan La Ode Umar Bonte, Perwakilan dari Pemprov Sultra, Perwakilan Badan Pangan Nasional, Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa dan Sekda Muna Barat Ibrahim Rasimu serta Forkompinda dan Kepala-kepala OPD Kabupaten Muna.
Dalam sambutannya, Bupati Muna Bachrun Labuta memuji Ridwan Bae sebagai Bupati Muna dua periode yang telah sukses membangun SOR La Ode Pandu sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan gerakan makan jagung ini.
“Ridwan adalah Bupati Muna dua periode dimasanya. Kita harus berterima kasih atas kebaikan beliau saat menjadi Bupati dan menjadi anggota DPR RI wakil ketua komisi V yang membangun kawasan SOR La Ode Pandu yang saat ini tempat berlangsungnya acara gerakan makan jagung yang melibatkan puluhan ribu masyarakat Muna,” kata Bachrun dan disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam acara itu.
Bachrun menyampaikan, Gerakan makan jagung ini terdapat 634 dulang dengan bahan baku jagung lokal sehingga putaran ekonominya dimasyarakat.
“Kalau setiap dulang minimal 1 juta maka ada 634 juta uang berputar dalam ekonomi masyarakat. Pasar terasa seperti lebaran terjadi aktivitas, baik dipasar laino maupun di pasar Kecamatan-kecamatan karena gerakan makan jagung ini melibatkan seluruh Kecamatan, Desa, Kelurahan, Puskesmas sekabupaten Muna,” terangnya.
“Alhamdulillah, ajakan gerakan makan jagung ini, didukung oleh semua elemen pemerintahan dan masyarakat dengan melihat atusias puluhan ribu masyarakat Muna yang hadir dalam acara ini,” sambungnya.
Menurutnya, gerakan dilangsungkan begitu meriah, karena ingin melihat semangat dalam memperingati HUT kabupaten Muna harus disamakan dengan memperhatikan HUT RI ke-81.
“Tahun 2025 sebenarnya sudah dirancang hanya saja terjadi efesiensi dan baru bisa dilaksanakan tahun 2026 ini. Insyaallah, tahun depan dan seterusnya bisa dilaksanakan setiap tahun dan lebih meriah lagi,” ucapnya.
Sebagai orang nomor satu di bumi sowite, Bachrun ingin mengkampanyekan gerakan menanam jagung untuk memproduktifkan lahan-lahan masyarakat Muna dan menjanjikan nilai ekonomi yang mensejahterakan.
“Dengan tanam jagung 1 Hektar menggunakan 1 kali pupuk menghasilkan 7 ton dan 3 kali pupuk 12 ton. Jika ada 10 ribu hektare jagung maka ada sekitar 100 ribu ton jagung setiap empat bulan panen dan menghasilkan 550 miliar uang didapatkan masyarakat jika harga jagung standar 5.500,” tuturnya.
“Itu uang bukan Bupati yang punya, kalau Bupati mau uang jagung, yah menanam juga baru bisa dapat uangnya,” tambahnya.
Dia mengungkapkan, dengan menanam jagung bisa menghidupkan sektor peternakan ayam petelur dan pedaging yang saat ini dipasok dari luar daerah dan uangnya berputar diluar daerah sekitar 50 miliar setiap tahun.
“Kalau kita bisa menanam jagung, kita bisa mendirikan pabrik pakan dan menghidupkan sektor peternakan yang sudah dirancang Pemkab Muna. Masyarakat tinggal tanam jagung saja,” ungkapnya.
Laporan : LM Nur Alim











