KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melakukan rapat koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pihak Depo Pertamina Tampo serta melakukan Sidak di Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam Kota Raha, Selasa (1 September 2026).
Rapat koordinasi dan sidak itu dipimpin langsung oleh Bupati Muna, Bachrun Labuta bersama kasat Reskrim Polres Muna, pihak Kejaksaan Negeri Muna, serta pihak Depo Pertamina Tampo dan Dinas Perindag Muna.
Langkah ini dilakukan, akibat dari keresahan masyarakat Kabupaten Muna yang sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di SPBU karena mengantri terlalu panjang. Ditambah lagi harga eceran dipedagang kaki lima tembus Rp 15.000 perbotol yang semestinya didapat di SPBU hanya Rp 10.000 perliter.
Bupati Muna Bachrun Labuta mengingatkan pihak SPBU agar melayani pengisian BBM bersubsidi jenis pertalite menggunakan barcode sesuai dengan mobilnya sendiri bukan kepunyaan mobil orang lain sehingga bisa mengisi berulangkali.
“Kita ingatkan, SPBU hanya melayani pengisian sesuai barcode, jangan ada kendaraan yang berulang-ulang melakukan pengisian,” tegas Bachrun.
Bachrun menyampaikan, bahwa saat ini Pemkab Muna akan duduk bersama pihak APH dan Depo Pertamina Tampo untuk membahas kebijakan persoalan pembatasan pengisian BBM jenis Pertalite.
“Tidak boleh ada tangki rakitan, misal, mobil Avanza 40 liter jadi kalau diisi diatas itu tidak boleh. Kita akan buat surat edarannya dan diserahkan ke SPBU. Bila mereka melanggar, akan dikenakan sanksi,” terangnya.
Manager Pertamina Raha yang baru menjabat, Wahyu Nugroho mengatakan, dari hulu ketersediaan BBM itu tidak ada kendala, begitu juga pendistribusian melalui kapal tengker ke terminal Depo Pertamina Tampo tidak ada kendala.
“Dari terminal Depo Pertamina Tampo juga tidak ada kendala dalam pendistribusian ke SPBU. Stok BBM di Raha ini terbilang aman, baik itu pertalite, Pertamax, B-50 dan Dexlite. Semua ketersediaan stoknya masih diatas lima hari guna memenuhi kebutuhan SPBU dan stoknya masuk terus secara berkala,” ungkapnya.
Laporan : LM Nur Alim











