KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Berfokus pada pembangunan karakter dan harapan untuk masa depan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) menggelar kegiatan penyuluhan agama dan hukum bagi anak binaan di Lapas Anak Kendari, pada Rabu (28/1/2026).
Mengusung tema “Menata Diri Menjemput Masa Depan yang Lebih Baik”, kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman hukum, tetapi juga penguatan spiritual dan moral untuk mendukung proses pembinaan mereka.
Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Sultra, Dr Fahmi Jambak, menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak boleh hanya berbasis disiplin dan administrasi.
“Anak binaan membutuhkan sentuhan mental dan spiritual agar bisa terintegrasi kembali ke masyarakat dengan optimal. Pendekatan yang menyentuh kejiwaan dan nilai-nilai kehidupan akan membantu mereka membangun kesadaran diri serta tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Menurut dia, pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak anak untuk mengembangkan kepribadian, sekaligus menjadi bentuk sinergi antara MUI, pihak Lapas, dan Kementerian IMIPAS.
Dalam sesi hukum, menurut dia, ada tiga prinsip utama: pemidanaan bertujuan untuk memperbaiki perilaku, bukan sebagai akhir dari segala sesuatu, ceramah keagamaan selaras dengan prinsip hukum Islam dan nilai HAM universal, dan reintegrasi sosial bertujuan mengembalikan anak sebagai pribadi yang lebih berkualitas
Acara juga menghadirkan narasumber pakar hukum Prof. Dr Kamaruddin SH MH, yang memberikan pencerahan dan motivasi agar anak binaan bisa melihat masa depan dengan penuh harapan.
Tak hanya itu, MUI Sultra juga menyerahkan bingkisan kebutuhan sehari-hari bagi seluruh anak binaan.
Kepala Lapas Anak Sultra, H. Syahrudin S.Sos.,SH.MH, mengucapkan terima kasih yang mendalam.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu proses pemulihan keimanan dan mental anak-anak di sini. Semoga kedepannya bisa terus dilanjutkan,” harapnya.
Editor: Hasrul Tamrin











