Kolom Sultra

Dikbud Genjot Sarana Fisik Pendidikan di Sultra, Dua Unit Sekolah Baru di Kolaka Utara Dibangun

551
×

Dikbud Genjot Sarana Fisik Pendidikan di Sultra, Dua Unit Sekolah Baru di Kolaka Utara Dibangun

Sebarkan artikel ini
Kadis Dikbud Sultra, Aris Badara. (Foto: Hasrul/KolomRakyat.com)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Memasuki tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, melalui berbagai pembenahan maupun pembangunan sarana fisik sejumlah sekolah pada tahun sebelumnya di Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Aris Badara, mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan momentum penguatan atas berbagai program yang telah dirintis pada tahun 2025.

Berdasarkan refleksi kegiatan tahun lalu, Aris Badara menekankan bahwa seluruh bantuan sarana dan prasarana (sarpras), baik fisik maupun non-fisik, telah tersalurkan dengan baik ke sekolah-sekolah di bawah naungan Diknas.
<span;>
Salah satu pencapaian yang menonjol adalah operasional dua unit dekolah baru (USB) di Kolaka Utara, yakni SMA 1 Ngapa dan SMA 1 Pakue Utara yang dibangun melalui APBD Tahun 2025. Meski dibangun dengan keterbatasan anggaran, Aris mengaku terharu dengan tingginya partisipasi masyarakat sekitar sekolah.

Baca Juga :  Bidpropam Polda Sultra Dukung Program Ketahanan Pangan di Kelurahan Nanga-Nanga

“Masyarakat di Kolaka Utara menunjukkan semangat luar biasa. Mereka memberikan dukungan nyata, mulai dari pinjaman kursi hingga mobiler agar proses belajar mengajar bisa berjalan. Ini bentuk syukur yang sangat menyentuh. Untuk itu kami mewakili Bapak Gubernur Sultra menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat di sekitar sekolah itu,” ujar Aris Badara, usai Rakor bersama kepala sekolah di Aula Dikbud Sultra, Rabu (11/2/2026).

Selain itu, lanjut dia, perhatian khusus juga diberikan kepada masyarakat di Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, melalui bantuan pembangunan pagar SMAN 1 Tolala sebagai bentuk atensi langsung dari Gubernur Sultra.

“Pembangunan pagar itu juga merupakan bentuk perhatian langsung Bapak Gubernur kepada masyarakat di Kolaka Utara. Sebagai sarana pembangunan sumber daya manusia lewat sarana pendidikan yang memadai,” jelasnya.

Baca Juga :  Pucuk Pimpinan Kemenkumham Sultra Berganti, Mutia Farida Jabat Kepala Kanwil

Menanggapi maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah, Dikbud Sultra mengambil langkah preventif yang konkret.

Aris menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim psikolog dari Universitas Halu Oleo (UHO) untuk memberikan edukasi psikologi di sekolah-sekolah dalam waktu dekat.

Upaya mitigasi lainnya meliputi:
Pemetaan Potensi Konflik: Data mengenai potensi intoleransi dan kekerasan sudah dipetakan sejak 2025.
Penguatan Peran Guru: Mengoptimalkan fungsi Guru Wali Kelas dan Guru BK di setiap sekolah.
Pengawasan Gadget: Instruksi resmi telah dikirim ke sekolah-sekolah mengenai kebijakan pemanfaatan handphone oleh siswa.

* Digitalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan, Dikbud Sultra sedang membangun platform web khusus untuk memastikan data penerima akurat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Kadishub Sultra Apresiasi Gotong Royong Pengusaha Perbaiki Dermaga Tampo

Web ini nantinya akan dikelola oleh masing-masing sekolah (Person in Charge/PIC) untuk mencatat data medis siswa secara mendetail, seperti: riwayat alergi makanan,
intoleransi makanan tertentu, dan pobia atau kondisi kesehatan khusus lainnya.

“Data digital ini sangat penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti keracunan makanan. Kami ingin setiap anak mendapatkan asupan sesuai kondisi fisik mereka,” tegasnya.

* Klarifikasi Isu Pembuangan Makanan

Menutup wawancara, Aris Badara juga menepis isu miring mengenai adanya makanan MBG yang dibuang di belakang sekolah. Setelah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, ia memastikan informasi tersebut tidak benar. Sebaliknya, antusiasme siswa terhadap program ini sangat tinggi, bahkan banyak siswa yang merasa satu porsi saja belum cukup.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!