KOLOMRAKYAT.COM: Tepat 20 Februari 2026, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan Ir. Hugua genap setahun menjabat pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara setelah dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Pasangan ini resmi ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur setelah ditetapkan sebagai pemenang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sulawesi Tenggara dengan memperoleh suara sah terbanyak pada Pilkada 2024 sebanyak 775.183 suara atau 52,39 persen dari total suara sah.
Sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Sulawesi Tenggara periode 2025-2030, ke-duanya mulai tancap gas merealisasikan program kerjanya. Langkah pertama menggelar rapat koordinasi (rakor) perdana bersama Perangkat Daerah Pemprov Sultra secara virtual, pada Kamis, 20 Februari 2025. Dari Jakarta, Gubernur ASR dan Wagub Hugua meluncurkan program 100 hari kerja atau quick wins (program percepatan).
Rapat tersebut diikuti pimpinan seluruh OPD baik secara langsung maupun mengikuti secara virtual dari Sultra, kala itu. Dalam rapat ini, Gubernur yang akrab disebut ASR (singkatan dari Andi Sumangerukka) menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Sultra atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama tandemnya, Wakil Gubernur Ir. Hugua untuk memimpin Sultra 5 tahun ke depan.
Gubernur ASR menegaskan perubahan administrasi harus segera disesuaikan demi
pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan membuat Sultra semakin maju.
Kala itu, ASR menekankan pentingnya fokus pada 3 sektor utama pelayanan publik, yakni pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
“Saya juga menegaskan bahwa sektor-sektor lain tetap mendapat perhatian, meskipun ketiga sektor tersebut menjadi prioritas sesuai instruksi pemerintah pusat. Karena itu, saya meminta kepada seluruh dinas terkait agar benar-benar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Gubernur ASR, waktu Rakor pertama itu.
Meskipun menjabat di tengah proses efisien anggaran yang cukup berimbas pada proses pembangunan Gubernur ASR tetap berusaha menjaga kesejahteraan pegawai dan tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Arahan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran atas APBN dan APBD.
Catatan Redaksi media ini, kepemimpinan ASR – Hugua setahun ini, sudah beberapa agenda nasional yang berhasil diselenggarakan di Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di Kota Kendari sebagai ibukota daerah, diantaranya Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah (Rakornas PHD) Tahun 2025 dan tuan rumah pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28.
Sektor pembangunan, Sulawesi Tenggara mencatatkan capaian pembangunan yang signifikan dalam satu tahun kepemimpinan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, dengan terobosan di berbagai sektor kunci mulai dari infrastruktur jalan, perumahan, pertanian, hingga pendidikan. Berbagai program yang digulirkan berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat fondasi perekonomian daerah.
* Pembangunan Infrastruktur Jalan, Irigasi, dan Perumahan
Dalam sektor infrastruktur jalan, sebanyak 10 paket pekerjaan telah diselesaikan atau mencapai kemajuan tinggi. Di antaranya adalah rekonstruksi Jalan Motaha – Alangga di Kabupaten Konawe Selatan (0,86 Km) dan peningkatan Jalan Poli-polia-Batas Kabupaten Konsel (10,508 Km) di Konawe Selatan, pembangunan jalan Ronta-Lambale dan dua ruas lain di Kabupaten Buton Utara, serta rehabilitasi Jalan Brigjen Katamso dan jalan Pramuka di Kota Kendari. Hanya satu paket, yaitu Rehabilitasi Jalan Batas Kota Kendari-Punggaluku, yang mencapai 94,79% progres fisik.
Untuk irigasi dan tanggul, 7 paket pekerjaan siap beroperasi, termasuk penanganan longsoran di Konawe Utara, pembangunan pengaman pantai di Buton Selatan, dan normalisasi sungai di Buton. Sumber data dari Dinas Cipta Karya mencatat semua proyek ini mencapai 100% progres.
Dinas Permukiman Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan melaporkan capaian mencengangkan, diantaranya:
- Program PSU: Dibangun 36.417 meter jalan lingkungan, 7.533 meter drainase, 683 meter tembok penahan longsoran, 623 unit penerangan jalan, dan 158 sumur bor, menyerap tenaga kerja sebanyak 3.521 orang.
- Rumah Tidak Layak Huni: Diperbaiki sebanyak 200 unit di 13 lokasi, menyerap tenaga kerja 3.096 orang.
- Korban Bencana: Di Kolaka Timur, akan dibangun 178 rumah masyarakat, 2 masjid, dan 1 pura, dengan serapan tenaga kerja 2.755 orang.
Perubahan juga mulai terlihat di ibu kota provinsi, Kota Kendari. Melalui Dinas PUPR, gedung Tugu Eks MTQ di Kota Kendari dilakukan penataan melalui rehabilitasi bangunan, pembenahan jalur pedestrian, penataan lapak bagi pelaku UMKM, serta peningkatan fasilitas parkir, sukses dilakukan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan kota, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Capaian mencengangkan lain, yaitu pembangunan fasilitas tempat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodoha, di Kelurahan Sodoha, Kect Kendari Barat, yang telah diresmikan pada Jumat, 30 Januari 2026 lalu. Revitalisasi PPI Sodoha ini dilakukan dalam 2 tahap dengan total anggaran Rp7,3 miliar yang bersumber dari APBD dan APBD Perubahan Tahun 2025. Pembangunan gedung dan fasilitasi PPI ini diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan maupun kenyamanan masyarakat saat berbelanja.
Selain itu lagi, pembangunan fasilitas bagi aparat penegak hukum juga masuk dalam agenda pemerintah daerah. Pembangunan gedung tahanan dan barang bukti Polda Sultra serta pengembangan sarana kepolisian menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi negara. Pemerintah menilai dukungan infrastruktur yang memadai dapat membantu meningkatkan kinerja lembaga penegak hukum.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas militer seperti Mako Lanud Pangkalan TNI Halu Oleo dan sarana Korem 143/HO menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan tetap dijaga. Stabilitas keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi di daerah.
* Pertanian dan Peternakan: Sapi Surplus, Ayam dan Telur Butuh Peningkatan
Sektor pertanian mendapatkan dorongan besar dengan bantuan benih padi (16.171 hektar), jagung (19.683 hektar), serta alat mesin pertanian (Alsintan) dari APBN dan APBD.
Pemerintah provinsi melalui Dinas Pertanian mencoba meningkatkan produktivitas pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani di kabupaten dan kota. Bantuan tersebut berasal dari anggaran daerah maupun dukungan pemerintah pusat. Mekanisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus memperkuat produksi pangan daerah.
Pada sektor peternakan, Sultra mencatat surplus total daging sapi sebesar 6.069.416 Kg, dengan hanya Buton Selatan yang mengalami defisit. Namun, daging ayam dan telur masih mengalami defisit masing-masing 6.826.099 Kg dan 7.128.046 Kg, sehingga menjadi fokus perbaikan ke depan.
* Perbaikan dan Pembangunan Fasilitas Pendidikan
Bantuan pengadaan merata ke SMA, SMK, dan SLB, termasuk mobiler kelas, smartboard, komputer, seragam, serta peralatan laboratorium dan olahraga. Beasiswa juga dialokasikan sebesar Rp4 miliar untuk 3.500 siswa miskin dan 170 siswa berprestasi nasional maupun internasional.
Program unggulan, Sekolah Unggul Garuda, sedang dibangun di Desa Lebo Jaya Konawe Selatan (luas tanah 20 hektar) dan akan mulai menerima siswa Juli 2026. Selain itu, SRT 70 Kendari sebagai sekolah rakyat beroperasi sejak 29 September 2025 dengan sistem boarding school, melayani 96 siswa SD dan SMA. Revitalisasi infrastruktur pendidikan juga mencakup 95 SMA, 2 SMA baru, 25 SMK, dan 10 SLB.
Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar. Sejumlah sekolah memperoleh bantuan fasilitas berupa mobiler ruang kelas, perangkat teknologi pembelajaran, hingga komputer. Ribuan seragam juga disalurkan kepada siswa SMA dan SMK di berbagai daerah.
Bagi banyak sekolah, dukungan fasilitas dasar tersebut memiliki dampak langsung terhadap proses belajar mengajar.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan peralatan laboratorium IPA, perangkat teknologi informasi, serta perlengkapan olahraga untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Di tingkat sekolah kejuruan, pemerintah menghadirkan fasilitas Ship Bridge Simulator di SMKN 7 Kendari sebagai upaya memperkuat pendidikan berbasis kemaritiman. Sekolah luar biasa juga mendapat dukungan alat praktik serta perangkat teknologi untuk mendukung pembelajaran siswa berkebutuhan khusus.
Program pendidikan berskala besar juga mulai dipersiapkan melalui pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Program nasional yang berkaitan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut direncanakan berdiri di Konawe Selatan di atas lahan sekitar 20 hektare. Sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan yang akan menampung siswa dari berbagai daerah.
Selain itu, Sekolah Rakyat Terpadu 70 Kendari telah lebih dulu beroperasi dengan sistem pendidikan ber-asrama sejak September 2025. Sekolah tersebut melayani puluhan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan disiplin, karakter, dan akademik secara bersamaan.
Meski sejumlah program telah berjalan, pemerintahan ASR–Hugua tetap menghadapi berbagai tantangan.
Beberapa kalangan menilai pembangunan yang dilakukan masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun pemerintah daerah menilai pembangunan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Konsistensi program dan penguatan fondasi dianggap lebih penting dibanding sekadar menciptakan program yang bersifat sensasional.
Selama tahun pertama kepemimpinan ini, situasi politik di lingkungan pemerintahan relatif stabil. Tidak banyak konflik internal yang muncul ke ruang publik. Kondisi tersebut memberi ruang bagi pemerintah untuk lebih fokus pada pelaksanaan program pembangunan.
Di sisi lain, sejumlah persoalan daerah masih membutuhkan perhatian serius, seperti pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri daerah, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Sebagai daerah dengan potensi sumber daya yang besar, tantangan utama bagi pemerintah adalah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Satu tahun pertama pemerintahan ASR–Hugua dapat dilihat sebagai tahap awal dalam membangun fondasi pembangunan daerah. Berbagai program mulai dijalankan, infrastruktur mulai diperbaiki, sektor pendidikan diperkuat, dan dukungan bagi petani mulai ditingkatkan.
Perjalanan masih panjang. Namun sejumlah langkah yang telah dimulai menunjukkan bahwa roda pembangunan di Sulawesi Tenggara sedang bergerak. **
Editor: Hasrul Tamrin











