/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

BPVP Kendari Perkuat Layanan Alumni Lewat SiASMA, Dukung Implementasi Mini Campus

25
×

BPVP Kendari Perkuat Layanan Alumni Lewat SiASMA, Dukung Implementasi Mini Campus

Sebarkan artikel ini
La Ode Muhamad Safrudin. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari terus memperkuat tata kelola layanan pasca pelatihan melalui transformasi digital. Salah satunya dengan mengembangkan SiASMA (Sistem Informasi Alumni, Monitoring, dan Administrasi) sebagai instrumen pendukung implementasi konsep Mini Campus.

SiASMA merupakan aplikasi yang dikembangkan Subkoordinator Penyelenggara Pelatihan BPVP Kendari, La Ode Muhamad Safrudin, melalui Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 37 Tahun 2026.

Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan kepada alumni sekaligus memastikan hubungan antara lembaga pelatihan dan peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

“SiASMA atau Sistem Informasi Alumni, Monitoring, dan Administrasi dikembangkan sebagai instrumen digital untuk mendukung pengelolaan data alumni, tracer study, monitoring outcome pelatihan, informasi penempatan kerja, serta penyediaan informasi bagi manajemen,” ujar La Ode Muhamad Safrudin, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, pengembangan sistem tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memastikan layanan BPVP tetap berkelanjutan setelah peserta menyelesaikan program pelatihan.

Sebab, keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang lulus, tetapi juga dari bagaimana kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

Baca Juga :  RSUD Bahteramas Bersolek Dibawah Pengelolaan CV. ACA dengan Dukungan Petugas Kebersihan

“Pelatihan tidak berakhir ketika peserta menyelesaikan pelatihan. Justru setelah pelatihan selesai, kita perlu mengetahui bagaimana alumni berkembang, apakah sudah bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, serta sejauh mana kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan di dunia kerja,” jelas pria yang akrab disapa LMS tersebut.

Melalui Aksi Perubahan itu, BPVP Kendari tidak hanya membangun aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi tata kelola layanan pasca pelatihan.

Sejumlah instrumen yang disiapkan meliputi Pedoman Implementasi Tata Kelola Layanan Pasca Pelatihan, SOP Layanan Pasca Pelatihan, proses bisnis, Tim Pengelola Layanan Pasca Pelatihan, hingga SiASMA sebagai instrumen digital pendukung.

Safrudin menegaskan, SiASMA tidak dimaksudkan untuk menggantikan tata kelola yang telah dibangun. Sebaliknya, aplikasi tersebut menjadi alat bantu agar proses pengelolaan alumni lebih terstruktur, terdokumentasi dan berbasis data.

“Penguatan layanan pasca pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara BPVP Kendari, alumni, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemangku kepentingan lain,” katanya.

Baca Juga :  PDAM Tirta Anoa dan Pelindo Teken MoU Pelayanan Air Bersih

Dengan sistem pengelolaan data dan monitoring yang lebih baik, BPVP Kendari dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi alumni setelah mengikuti pelatihan.

Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengukur outcome pelatihan sekaligus menjadi masukan dalam penyusunan program pelatihan berikutnya agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Penguatan layanan pasca pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari transformasi BPVP Kendari menuju ekosistem Mini Campus.

Konsep tersebut tidak hanya menempatkan BPVP sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga membangun keterhubungan antara pelatihan, sertifikasi, penempatan kerja, dunia industri, hingga keberlanjutan alumni.

Karena itu, keberadaan SiASMA diharapkan mampu memperkuat konektivitas tersebut melalui pengelolaan informasi alumni secara lebih sistematis.

Pelaksanaan Aksi Perubahan ini juga mendapat dukungan dari berbagai stakeholder, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta alumni menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola layanan pasca pelatihan.

Baca Juga :  Sulawesi Tenggara Ekspor 98 Ton Produk Perikanan Tersertifikasi ke AS dan Thailand

“Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam penempatan tenaga kerja, pemutakhiran informasi kebutuhan industri, dan pengembangan kompetensi alumni,” tandas LMS.

Kebutuhan terhadap sistem pengelolaan alumni yang terintegrasi semakin penting seiring besarnya jumlah peserta pelatihan yang telah dilayani BPVP Kendari.

Pada 2025, BPVP Kendari menyelenggarakan 82 paket pelatihan dengan jumlah peserta mencapai 1.312 orang. Sementara itu, jumlah alumni BPVP Kendari selama periode 2023–2025 telah mencapai 3.872 orang.

Besarnya jumlah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun sistem penelusuran alumni yang lebih efektif.

Melalui SiASMA, BPVP Kendari berupaya memastikan data alumni tidak berhenti sebagai arsip, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk melihat perkembangan alumni sekaligus memperbaiki kualitas program pelatihan ke depan.

Dengan demikian, transformasi layanan pasca pelatihan diharapkan tidak hanya memperkuat administrasi, tetapi juga menciptakan ekosistem vokasi yang lebih terhubung antara lembaga pelatihan, alumni, pemerintah, dan kebutuhan industri.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!