/*
Breaking News
*/
Muna

Ayam Petelur Berkembang Pesat di Muna, Kadis Peternakan : Harga Anjlok dan Pakan Mahal

17
×

Ayam Petelur Berkembang Pesat di Muna, Kadis Peternakan : Harga Anjlok dan Pakan Mahal

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna, Samaul Bait Ndimuri, Foto : LM Nur Alim.

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna terus menggalakkan untuk menyukseskan program JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak dan Ikan) yang menjadi visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Muna khusunya dibidang peternakan ayam ras petelur.

Kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Muna, Samaul Bait Ndimuri mengatakan, pada tahun 2025 peternakan ayam petelur berkembang pesat di Muna, semula 15 ribu ekor dan tahun 2026 berkembang menjadi kurang lebih 45 ribu ekor dan saat ini sudah masuk usia produksi dan tingkat puncak keberhasilan ayam petelur sekitar 92 % produksi.

“Terkait pertumbuhan pertenakna ayam petelur dan pedaging tahun 2025 tumbuh pesat dengan animo masyarakat sangat tinggi. Dibidang peternakan fokus pada ayam petelur, baik yang dikelola mandiri atau melalui dana di desa minimal 20% dari APBDes untuk ketahanan pangan dan dinas peternakan melakukan pendampingan,” kata Samaul diruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  BPN Muna Melaksanakan Sosialisasi Pemetaan Sosial Akses Reforma Agraria di Desa Liabalano

Dia melanjutkan, dengan anggaran desa itu, dinas peternakan dan kesehatan hewan bergerak cepat melakukan sosialisasi bekerjasama dengan dinas PMD dan pendamping desa tentang peternakan ayam petelur.

“Saat ini, keadaan peternak dalam keadaan eksis dan terjaga kesehatan hewannya karena didampingi oleh pendamping dinas peternakan dari dokter hewan bersama tim disetiap wilayah yang telah terbagi di Kabupaten Muna. Pendampingan dilakukan, baik secara berkala terjun kelapangan ataupun diminta oleh peternak terutama peternak yang mengeluh ada kendala ataupun peternakannya terserang penyakit dengan sigap dan cepat melakukan pengobatan dan pencegahan,” terang Samaul.

Namun saat ini, kata Samaul, peternak mengalami kendala bagi ayam petelur dan pedaging dengan anjloknya harga telur dan daging ayam yang menjadi fenomena secara nasional.

“Dimana-mana melakukan aksi demonstrasi, bagi-bagi telur ayam dan menuntut kepada pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga. Kita di Muna harga anjlok telur diangka 38 ribu sampai 43 ribu perak telur ayam ras dan situasi ini peternak sangat rugi, karena tidak mampu membeli pakan dan obat-obatannya yang harganya naik. Harga ideal telur ayam ras di Muna mestinya diangka minimal 52 ribu perak karena dari situ peternak mendapatkan selisih keuntungan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bachrun - Asrafil Mengunjungi Rusman Emba di Lapas Sukamiskin

“Kalau di Kabupaten Muna sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras itu 26.500 perkilogram, dan ditingkat pasaran diangka 30 ribu perkilogram. Sementara satu rak 30 butir dan setiap kilogram dikisaran 16 atau 17 butir telur. Dengan melihat HAP, maka Muna jauh dari harga normal,” sambungnya.

Samaul menyampaikan, disisi lain, harga pakan juga naik sehingga peternak mengalami kesulitan.

“Untuk mengantisipasi agar peternak kita tidak gulung tikar, maka dilakukan langkah-langkah dengan mengundang SPPG yang berada di Kabupaten Muna agar bekerjasama penyerapan membeli telur lokal peternakan Muna dengan acuan harga HAP. Ini sesuai dengan semangat lahirnya SPPG untuk menghidupkan perputaran ekonomi lokal dengan menyerap produk lokal yang ada sepanjang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh dapur MBG,” ujarnya.

Baca Juga :  SDN 9 Katobu Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan Upacara Mengenakan Pakaian Adat

Menurutnya, saat ini pihak SPPG atau dapur MBG belum memberikan kejelasan resmi terkait mitra membeli telur produk lokal Muna tapi sudah ada beberapa dapur MBG yang menyerap pembelian bahan baku terutama telur dari peternak lokal Muna sesuai dengan arahan Badan Pangan Nasional.

“Dengan keadaan harga telur yang dibawah dan harga pakan yang mahal, peternak Muna dari laporan tim lapangan masih eksis dan belum ada yang tutup walaupun dalam dua bulan belakangan hanya bisa menutupi biaya pakan,” tuturnya.

“Ini menjadi kejadian nasional yang menjadi perhatian menteri pertanian dengan memanggil produsen pakan untuk menekan harga pakan atau tidak merangkak naik bahkan harus diturunkan,” tambahnya.

Laporan : LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!