/*
Breaking News
*/
Muna

Bapanas Mengapresiasi Program Gerakan Makan Jagung Bupati dan Wakil Bupati Muna

286
×

Bapanas Mengapresiasi Program Gerakan Makan Jagung Bupati dan Wakil Bupati Muna

Sebarkan artikel ini
Pejabat fungsional Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan, AKP Ahli Madia Dr. Rahmatia Garwan, S.Pi., M. Si saat mengikuti program gerakan makan jagung di kawasan SOR La Ode Pandu Kota Raha, Foto : LM Nur Alim.

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengapresiasi program Gerakan Muna Makan Jagung yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna dibawah komando Bupati Bachrun Labuta dan wakil Bupati La Ode Asrafil Ndoasa yang dilaksanakan di pengaman pantai Sarana Olah Raga (SOR) La Ode Pandu pada, Minggu (2 Agustus 2026).

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan yang diwakili oleh pejabat fungsional Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan, AKP Ahli Madia Dr. Rahmatia Garwan, S.Pi., M. Si pada event Akbar “Gerakan Muna Makan Jagung” mengucapkan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah Kabupaten Muna dibawah kepemimpinan Bupati Bachrun Labuta dan Wakil Bupati Laode Asrafil Ndoasa dalam mencanangkan Gerakan Muna Makan Jagung.

“Inisiatif ini tidak hanya menguatkan implementasi visi JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak, dan Ikan). tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi amanat Perpres No. 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal,” kata Rahmatia Garwan dalam sambutannya.

Baca Juga :  RPK Menjerit, Bulog Raha Diduga Wajibkan Pengambilan Beras Komersial?

Dirinya juga berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh petani lokal Kabupaten Muna sebagai perantara dari Allah SWT atas kerja keras dan keringat tanpa lelah dalam merawat dan mengelola tanah/lahan hingga membuahkan hasil jagung dan pangan yang melimpah di tanah Muna.

“Kondisi Kabupaten Muna yang merupakan daerah kepulaun maka akan sangat beresiko jika pangannya tergantikan dari pasokan luar daerah Muna. Oleh karena itu mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal melalui Gerakan Makan Jagung ini patut diapresiasi,” ucapnya.

Dia mengajak masyarakat Muna agar mengonsumsi jagung demi mengembalikan kebanggaan terhadap sejarah dan warisan budaya yang telah melahirkan beragam kuliner khas yang hingga kini masih lestari di masyarakat Muna.

“Muna punya kambose, katumbu yang selalu hadir saat panen, hingga kambewe memiliki cita rasa tersendiri. Ini menunjukkan bahwa jagung bukan hanya tanaman pangan tetapi bagian dari identitas peradaban Muna,” tuturnya.

Baca Juga :  Kejari Muna Peringkat Satu Capaian Langkah Hukum Restoratif Justice di Sultra

Ia juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Tim Penggerak PKK serta seluruh stakeholder yang telah bergerak aktif mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk kembali mengonsumsi jagung.

“Ini adalah sebuah gerakan nyata yang sangat patut kita apresiasi bersama,” ujarnya.

Rahmatia Garwan menilai, Gerakan Muna Makan Jagung ini memiliki tiga makna strategis: pertama, Melestarikan Identitas Pangan Lokal: Menjadikan jagung sebagai kebanggaan dan komoditas unggulan masyarakat Muna, kedua, jagung menjadikan tubuh sehat, karena sumber karbohidrat yang kaya vitamin, serat dan sehat untuk pencernaan dan yang ke-tiga, semakin tinggi konsumsi jagung lokal, maka semakin terjamin pasar bagi hasil panen petani, sehingga ekonomi daerah berputar dan petani pun semakin sejahtera.

Dia berharap, peluncuran Gerakan Muna Makan Jagung ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial belaka, tetapi terus berjalan secara kontinyu terus menerus dari hulu hingga hilir.

“Komitmen dan kolaborasi sinergis dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan mulai dari penyediaan benih berkualitas hingga dukungan alat pengolahan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sehingga gerakan ini mampu menjadi role model bagi daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kepala BPN Muna Beserta Jajaran Pegawai Buka Puasa Bersama Tingkatkan Soliditas dan Etos Kerja

Dia juga menyarankan, agar gerakan ini semakin luas, maka perlu memperkuat promosi dan branding yang menarik melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook untuk menjangkau masyarakat luas.

Dia menyampaikan, dalam mendukung penguatan pangan lokal ini, Bapanas secara konsisten telah memfasilitasi para petani dan pelaku usaha melalui bantuan peralatan pengolahan pangan lokal sejak tahun 2022 hingga saat ini, melalui program Pengembangan Usaha Pengolahan Pangan Lokal (PUPPL).

“Kami juga sudah menulis buku tentang Kenyang Gak Harus Nasi dalam 4 Edisi, termasuk Jagung dalam edisi I. Selain itu juga edukasi pangan lokal ke anak sekolah dengan menyusun kurikulum muatan lokal untuk memperkenalkan pangan lokal dan kearifan lokal serta budaya. Diharapkan Dinas Penddikan dapat menindaklanjutinya,” tutupnya.

Laporan : LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!