KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Semilir angin Teluk Kendari mengiringi suasana hangat Coffee Morning yang digelar Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari bersama puluhan insan pers di pelataran Markas Komando Lanal Kendari, Kamis (6/8/2026).
Dengan latar Jembatan Teluk Kendari yang berdiri megah, pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan terus mengeratkan hubungan kemitraan antara TNI Angkatan Laut dan media dalam menyukseskan program pembangunan bangsa dan daerah.
Dalam suasana santai namun penuh keakraban, Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis, S.T., M.Sc., CHRMP, memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang mulai bertugas di Lanal Kendari sejak 15 Juli 2026, setelah serah terima jabatan di Makassar.
Ia mengungkapkan, penugasan di Kendari menjadi pengalaman pertamanya memimpin satuan teritorial setelah bertahun-tahun berkarier di lingkungan operasi laut.
“Saya baru sekitar dua minggu bertugas di Kendari. Sebelumnya saya menjabat Komandan Satuan Kapal Bantu di Surabaya yang membawahi kapal-kapal perang. Ini pengalaman pertama saya bertugas di wilayah teritorial sehingga saya juga banyak belajar membangun komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Perwira menengah TNI AL itu mengaku tidak asing dengan dunia jurnalistik. Selama menjadi Komandan KRI Dewa Ruci maupun KRI Bima Suci, ia kerap berlayar bersama wartawan dari berbagai media nasional hingga jurnalis asing yang meliput pelayaran ke Australia dan Eropa.
“Karena itu saya tahu betapa pentingnya peran media. Pers adalah mitra strategis. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, semua bisa diketahui masyarakat. Tinggal bagaimana kita menyampaikan informasi secara objektif dan jujur,” katanya.
Menurutnya, publikasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan berbagai tugas dan pengabdian TNI AL kepada masyarakat. Bahkan, ia mengingat pesan seniornya bahwa keberhasilan sebuah kegiatan akan lebih bermakna jika diketahui publik melalui media.
“Saya pernah diingatkan senior, latihan seribu kali tanpa publikasi akan kurang berdampak. Karena itu mari kita bersama-sama menghadirkan informasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Kolonel Lubis juga menegaskan bahwa Coffee Morning tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara Lanal Kendari dan insan pers.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan dan peliputan yang objektif.
“Nanti kalau ada kegiatan Lanal, kami pasti mengundang teman-teman media. Mari kita saling mendukung dan berkolaborasi menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat,” tuturnya.
Bahkan, ia menyebut pelataran Lanal Kendari dengan panorama Teluk Kendari dapat menjadi tempat berkumpul yang nyaman bagi awak media dan jajaran TNI AL.
“Di sini pemandangannya bagus. Tidak perlu jauh-jauh ke kafe, kita bisa berdiskusi dan bersilaturahmi di tempat ini,” katanya sambil disambut senyum para peserta.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara, Sarjono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komandan Lanal Kendari yang membuka ruang dialog dengan insan pers.
Menurutnya, kemitraan yang baik antara institusi dan media menjadi fondasi penting dalam menghadirkan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dan kesempatan bersilaturahmi ini. Semoga komunikasi seperti ini terus terbangun sehingga hubungan antara Lanal Kendari dan media semakin kuat,” ujarnya.
Sarjono menegaskan bahwa wartawan bekerja dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, yang mengedepankan objektivitas, keberimbangan, akurasi, serta tanggung jawab moral dalam setiap pemberitaan.
“Konsep utama profesi wartawan adalah integritas dan tanggung jawab. Dalam Kode Etik Jurnalistik disebutkan bahwa wartawan harus menguji informasi, melakukan konfirmasi, serta tidak membuat berita bohong, fitnah maupun pemberitaan yang dilandasi niat buruk,” tegasnya.
Ia menilai, komunikasi yang terbuka antara narasumber dan media akan meminimalkan kesalahpahaman sekaligus menghasilkan pemberitaan yang utuh dan berimbang.
“Kalau komunikasi berjalan baik, informasi bisa diklarifikasi dan masyarakat akan menerima berita yang benar serta berimbang. Karena itu kemitraan antara media dan berbagai institusi, termasuk TNI AL, sangat penting untuk terus dijaga,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











