Kampus

Rektor Pastikan Pelaksanaan UTBK 2026 di UHO Berjalan Lancar dan Transparan

24
×

Rektor Pastikan Pelaksanaan UTBK 2026 di UHO Berjalan Lancar dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M. (Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri resmi dimulai di Universitas Halu Oleo (UHO). Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan lancar sejak hari pertama pelaksanaan dan transparan.

Rektor menyampaikan bahwa UHO telah melakukan berbagai persiapan matang guna menyukseskan UTBK tahun ini. Tercatat sekitar 10.075 peserta mengikuti ujian yang digelar secara bertahap.

“Alhamdulillah pelaksanaan UTBK hari ini sudah dimulai. Sejak kemarin kami pastikan seluruh kesiapan telah terpenuhi. Sampai sesi pertama ini selesai, pelaksanaannya berjalan baik dan lancar,” ujar Herman.

Sejak pagi hari, Rektor bersama jajaran panitia telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian. Ia memastikan berbagai kendala teknis yang bersifat minor dapat segera diatasi di lapangan.

“Saya mulai keliling sejak pukul 05.30 WITA untuk memastikan tidak ada kendala berarti. Jika ada masalah kecil, langsung kita selesaikan di tempat,” tambahnya.

Baca Juga :  STIE Enam Enam Kendari dan BNNP Sultra Menjalin Aliansi: Kampus Jadi Garda Depan Lawan Narkoba

Dalam pelaksanaannya, UTBK di UHO diawasi secara ketat oleh dosen internal yang telah mendapatkan pembekalan teknis (bimbingan teknis). Selain itu, sistem pengawasan juga didukung monitoring dari pusat guna menjamin integritas ujian.

“Seluruh proses sudah berbasis digital, mulai dari absensi hingga berita acara. Ini memastikan pelaksanaan berlangsung transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Rektor juga menegaskan bahwa tidak ada celah praktik kecurangan dalam sistem UTBK. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada pihak-pihak yang mengklaim dapat membantu kelulusan peserta.

“Kalau ada yang mengatasnamakan bisa membantu kelulusan, itu tidak benar. UTBK berbasis komputer, sehingga hasil sepenuhnya ditentukan oleh sistem,” tegasnya.

Terkait daya tampung, Herman menyebut jalur UTBK di UHO menyumbang sekitar 40 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Diperkirakan, sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta akan diterima melalui jalur ini, menyesuaikan kapasitas yang tersedia.

Sementara itu, untuk peserta berkebutuhan khusus, pihak kampus memastikan seluruh fasilitas pendukung telah disiapkan guna menjamin kesetaraan akses selama ujian berlangsung.

Baca Juga :  Telkomsel Bersama Kemdiktisaintek Buka Kompetisi Riset Nasional 2025 Bagi Mahasiswa S1

“Kami berkomitmen memenuhi hak seluruh peserta, termasuk disabilitas. Fasilitas telah kami siapkan dan sejauh ini tidak ada keluhan,” ungkapnya.

Mengenai pengumuman hasil UTBK, Rektor menyebut jadwal resminya masih menunggu keputusan panitia pusat, meski diperkirakan akan berlangsung pada akhir Mei.

UHO juga membuka peluang akan membuka seleksi lanjutan melalui jalur mandiri apabila kuota penerimaan belum terpenuhi setelah dua tahap seleksi utama, yaitu UTBK dan SNMPTN.

Rektor berharap seluruh rangkaian UTBK dapat berjalan hingga selesai tanpa kendala berarti, serta meminta dukungan semua pihak demi kelancaran proses seleksi nasional tersebut.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar pelaksanaan UTBK di UHO berjalan lancar hingga akhir,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP, memaparkan secara rinci komposisi kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.

Baca Juga :  Rumpun Perempuan Dorong Pembentukan Satgas Anti Kekerasan Perempuan di Kampus

Ia menyebutkan, total kuota yang diterima UHO dari panitia pusat sebanyak 9.464 kursi untuk jenjang D1 dan S1. Kuota tersebut terbagi dalam tiga jalur seleksi, yakni seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berbasis tes (UTBK), serta seleksi mandiri.

“Untuk jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi yang sudah selesai, kami menyediakan kuota sebanyak 2.846. Saat ini sudah masuk tahap registrasi ulang. Kemudian untuk jalur UTBK sebanyak 3.796 kuota, dan seleksi mandiri 2.822 kuota,” jelas Santiaji.

Ia menambahkan, secara persentase pembagian penerimaan mahasiswa baru di UHO mengikuti ketentuan nasional, yakni 30 persen melalui jalur prestasi, 40 persen melalui UTBK, dan 30 persen melalui seleksi mandiri.

“Seleksi mandiri tidak boleh melebihi 30 persen, bahkan jika bisa di bawah itu akan lebih baik. Namun perlu kami sampaikan bahwa dari kuota jalur prestasi sebesar 2.846, tidak seluruhnya terisi oleh peserta yang lulus,” pungkasnya. (Adv)

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!