Hukum & Kriminal

Kejari Muna Agendakan Periksaan Saksi Baru Kasus Korupsi GUP Setda Muna Barat

152
×

Kejari Muna Agendakan Periksaan Saksi Baru Kasus Korupsi GUP Setda Muna Barat

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA BARAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna terus melakukan penyelidikan mendalam perihal kasus dugaan tindak pidana korupsi pada belanja barang dan jasa di Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Muna Barat.

Setelah sebelumnya menetapkan dua pejabat sebagai tersangka yaitu Mantan Sekretaris Daerah Muna Barat LM. Husein Tali sebagai Pengguna Anggaran dan Kasubag Keuangan sekaligus PPK-SKPD Wa Haliya, kini Kejari mengagendakan pemeriksaaan saksi baru dalam kasus belanja barang dan jasa melalui Ganti Uang Persediaan (GUP) Bagian Umum Setda Muna Barat Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp5 miliar.

Baca Juga :  Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sultra Tangkap Dua Wanita Terkait Judi Online

LM Husain Tali dan Wa Haliya ditetapkan sebagai tersangka karena keduanya diduga bersama-sama merugikan keuangan negara senilai Rp1,2 miliar.

Kasi Intel Kejari Muna, Hamrullah, mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.

“Iya, kita akan melakukan pemanggilan kembali saksi-saksi untuk dilakukan pemeriksaan tambahan guna memperkuat pembuktian,” kata Hamrullah saat dikonfirmasi jurnalis KolomRakyat.Com, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga :  Panda Polda Sultra Sosialisasikan Inovasi Barcode dalam Seleksi Rikkes Tahap I Rim Terpadu 2025

Pemanggilan dan pemeriksaan beberapa saksi ini tidak menutup kemungkinan akan membuka peluang munculnya tersangka baru.

Pemanggilan dan pemeriksaan beberapa saksi ini tidak menutup kemungkinan akan membuka peluang munculnya tersangka baru.

Hamrullah mengungkapkan, pemeriksaan saksi akan segera dijadwalkan oleh tim penyidik. Kejari berupaya memanggil pihak-pihak yang memiliki relevansi dengan materi perkara.

“Untuk pemeriksaan saksi akan dijadwalkan oleh tim penyidik dan pihak yang dipanggil tentunya yang relevan dengan materi perkaranya,” ujarnya

Baca Juga :  Cegah Paham Radikalisme, Polri Tekankan Pentingnya Upaya Kontra Radikal

Kasus dugaan korupsi ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Muna Barat, mengingat besarnya nilai anggaran yang dikelola bagian umum Setda serta posisi para pejabat yang terseret dalam perkara tersebut.

Perkembangan proses hukum masih terus bergulir dan Kejari Muna memastikan akan menyampaikan informasi terbaru setelah tahapan pemeriksaan lanjutan selesai dilakukan.

 

 

Laporan: Amin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!