/*
Breaking News
*/
Olahraga

Reza Pratama Saputra Resmi Dilantik jadi Ketua Pengprov Pordi Sultra, Serukan Soliditas: Kita Kuat karena Bersatu

39
×

Reza Pratama Saputra Resmi Dilantik jadi Ketua Pengprov Pordi Sultra, Serukan Soliditas: Kita Kuat karena Bersatu

Sebarkan artikel ini
(Foto: Hasrul/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Kepengurusan Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026-2030 resmi dilantik oleh PB Pordi di Kota Kendari, pada Sabtu (19/9/2026) malam. Organisasi olahraga masyarakat ini ditargetkan tidak hanya berkembang di tingkat provinsi, tetapi mampu membangun struktur hingga ke desa dan kelurahan.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pordi, Andi Jamaro Dulung, didampingi Sekretaris Jenderal PB Pordi H. Mansyur Achmad serta Ketua OKK.

Dalam surat keputusan kepengurusan Pordi Sultra periode 2026-2030, Reza Pratama Saputra dipercaya sebagai Ketua Pengprov Pordi Sultra. Ia didampingi Sukma Katana sebagai Sekretaris dan Agriawan sebagai Bendahara.

Reza sebelumnya terpilih sebagai Ketua Pordi Sultra periode 2026-2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) I Pordi Sultra. Ia ditetapkan secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang memenuhi persyaratan pencalonan.

Usai pelantikan, Reza menyampaikan ucapan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya sekaligus membangun soliditas organisasi.

“Yang utama, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya kepada PB Pordi yang telah memberikan saya amanah sebagai Ketua Pordi Sulawesi Tenggara periode 2026-2030. Insyaallah, amanah ini akan saya jalankan sebaik mungkin,” ujar Reza.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada kepengurusan Pordi Sultra.

Baca Juga :  ASR - Hugua Gelorakan Senam sebagai Olahraga untuk Kesehatan

Menurut Reza, komunikasi dan koordinasi antarpengurus maupun dengan pemerintah daerah harus terus diperkuat. Sebab, kemajuan organisasi tidak dapat dicapai tanpa adanya persatuan dan soliditas.

“Bagaimana kita mau jayakan Pordi kalau kita tidak solid? Oleh karena itu, kita kuat karena kita bersatu. Mari kita rapatkan barisan, kita solidkan Pordi Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Reza juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses Musprov hingga pelantikan terdapat kekurangan maupun kekhilafan yang dilakukan panitia atau pengurus.

“Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Kita sebagai manusia tidak mungkin luput dari kesalahan. Karena itu, saya atas nama pribadi dan organisasi memohon maaf apabila ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Pordi Andi Jamaro Dulung menjelaskan bahwa organisasi Pordi lahir pada 2019. Selanjutnya, Pordi resmi mendapatkan pengesahan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM pada 2022.

Saat ini, Pordi telah bergabung dalam Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) sebagai bagian dari pembinaan olahraga masyarakat.

Andi Jamaro menekankan, olahraga domino yang dikembangkan Pordi harus memiliki nilai positif dan jauh dari berbagai aktivitas yang bertentangan dengan semangat olahraga.

Ia menyebut prinsip tersebut sebagai 4N 1T sebagaimana yang tertuang dalam pedoman anggaran dasar organisasi olahraga domino Pordi, yakni no judi, no narkoba, no miras, no smoking, serta tertib ibadah.

Baca Juga :  Karateka Dojo PWI Sultra Raih Medali Pada Open Turnamen Woroagi Cup I

“Kalau kita bertanding resmi, tidak boleh ada yang merokok. Kalau mau merokok, sudah disiapkan tempatnya. Ngopi, merokok dan bercanda silakan di tempat yang disediakan. Tetapi ketika masuk arena resmi, tidak boleh ada pemain atau pegiat yang merokok,” tegas Andi.

Selain itu, ia mengingatkan para pemain Pordi agar tetap mengutamakan kewajiban ibadah. Menurutnya, aktivitas pertandingan tidak boleh membuat pemain mengabaikan waktu ibadah.

“Tidak ada orang yang bermain domino ketika mendengarkan azan, tetapi tetap saja bermain domino. Kita harus tertib ibadah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga memberikan sejumlah program yang diharapkan dapat menjadi perhatian serius Pengprov Pordi Sultra. Salah satunya adalah membangun Gardu Pordi hingga tingkat desa, kelurahan, bahkan dusun dan lingkungan RT/RW.

Menurutnya, penguatan organisasi hingga lapisan terbawah akan menjadi salah satu indikator perkembangan Pordi di daerah.

“Saya mencoba menghitung berapa jumlah desa di Sulawesi Tenggara. Itu akan saya jadikan sebagai salah satu kinerja untuk ke depan dan akan kita evaluasi,” katanya.

Selain Gardu Pordi, PB Pordi juga mendorong Pengprov Pordi Sultra untuk menggagas program Warmindo (Warung Indomie Domino) yang dapat menjadi ruang berkumpul para pegiat domino sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Cedera Saat Pertandingan, Dua Pemain Timnas Wanita Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

Konsep tersebut direncanakan beroperasi setelah Magrib dan dapat berlangsung hingga menjelang azan Subuh, dengan tetap mengedepankan aturan serta nilai-nilai yang diterapkan Pordi.

Andi mencontohkan, konsep serupa telah dibuat sebagai prototipe di Kabupaten Pinrang. Dalam waktu sekitar satu bulan, warung tersebut disebut mampu menjual sekitar 50 bungkus mi instan setiap malam, di luar penjualan kopi, teh dan berbagai minuman lainnya.

“Kalau ini bisa diduplikasi, setiap gardu ada warungnya. Saya kira ini bisa menjadi bagian dari penguatan ekonomi sekaligus menjadi ruang berkumpul para pegiat domino,” jelasnya.

Ia berharap program tersebut dapat dikembangkan di Sulawesi Tenggara dan menjadi bagian dari strategi membangun Pordi dari tingkat paling bawah.

Menurut Andi, organisasi akan semakin kuat apabila memiliki struktur yang aktif hingga lapisan masyarakat terbawah. Dengan demikian, Pordi tidak hanya menjadi wadah pertandingan domino, tetapi juga dapat berkembang sebagai organisasi olahraga masyarakat yang memiliki aktivitas sosial dan ekonomi.

“Buat ini menjadi menarik. Dan itu hanya menarik kalau struktur yang kita bangun sampai lapis yang paling bawah,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru Pordi Sultra di bawah kepemimpinan Reza Pratama Saputra untuk menjalankan program organisasi selama periode 2026-2030.

 

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!