Kesehatan

Pola Penularan HIV/AIDS di Sultra Bergeser Ke Sesama Jenis, Dinkes Perkuat Edukasi dan Skrining Masif

25
×

Pola Penularan HIV/AIDS di Sultra Bergeser Ke Sesama Jenis, Dinkes Perkuat Edukasi dan Skrining Masif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Foto: Design AI)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV/AIDS) yang kini menunjukkan tren pergeseran pola penularan. Jika sebelumnya didominasi oleh pekerja seks atau perempuan, kini kasus HIV lebih banyak ditemukan pada kelompok dengan hubungan sesama jenis.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra mencatat, kasus tertinggi HIV saat ini di 17 kabupaten dan kota se- Sultra masih terkonsentrasi di Kota Kendari dan Kota Baubau, dengan dinamika baru yang menjadi perhatian serius pemerintah yaitu pola penularan sesama jenis.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Andi Edy Surahmat., M.Kes, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, pola penularan HIV/AIDS tidak lagi didominasi oleh pekerja seks komersial, melainkan bergeser ke kelompok dengan hubungan sesama jenis.

Baca Juga :  Tim Vaksinasi RS Bhayangkara Kendari Sasar Personel Polres Konsel dan Bombana

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran pola penularan, dan ini tentu membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin kasus HIV/AIDS kembali meningkat secara signifikan seperti fenomena “bola salju” di masa lalu. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terus diupayakan, salah satunya melalui penguatan edukasi dan pendekatan persuasif kepada kelompok berisiko.

Dinkes Sultra, kata dia, mendorong pelaksanaan program edukasi yang lebih adaptif, termasuk memanfaatkan teknologi digital seperti pertemuan daring (Zoom) untuk menjangkau kelompok yang sulit ditemui secara langsung.

Edukasi tersebut tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan, tetapi juga melibatkan tokoh agama lintas keyakinan guna memberikan pemahaman dari sisi moral dan spiritual.

“Kita hadirkan tenaga medis yang kompeten, sekaligus tokoh agama, agar pendekatan yang dilakukan lebih menyeluruh,” jelasnya.

Baca Juga :  Dukung Penanggulangan HIV/AIDS, PT Vale IGP Pomalaa Raih Penghargaan Kemnaker Kategori Gold

Dalam upaya pengendalian, Dinkes Sultra juga mendapat dukungan dari lembaga internasional Global Fund serta alokasi anggaran dari APBD untuk penanganan penyakit menular. Kolaborasi ini dinilai penting dalam memperkuat program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di daerah.

Selain itu, pemerintah juga mulai memperketat upaya skrining kesehatan, khususnya bagi pendatang dari luar daerah. Mengingat Sultra merupakan wilayah yang berkembang dengan aktivitas pertambangan dan mobilitas tinggi, potensi masuknya penyakit dari luar menjadi tantangan tersendiri.

Untuk itu, Dinkes Sultra menjalin kerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan sebagai garda terdepan di pintu masuk wilayah, termasuk pelabuhan di Kendari dan Baubau yang menjadi daerah transit.

“Upaya skrining harus diperkuat agar kita bisa mencegah masuknya penyakit dari luar. Ini langkah penting untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Dapat Amanah Gubernur, dr. Asridah Siap Dedikasikan Pikiran dan Karya Untuk Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan data terbaru hasil skrining tahun 2025 hingga awal 2026, Dinkes Sultra mencatat sekitar 900 kasus HIV dari target awal 600 orang yang diperiksa. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hingga 40 persen berasal dari penularan melalui hubungan sesama jenis.

Tingginya angka tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk bergerak lebih cepat dan terstruktur dalam menekan laju penyebaran HIV/AIDS. Dinkes Sultra pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan.

“Kita tidak ingin generasi ke depan terdampak dan menjadi tidak produktif. Ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan pembangunan daerah,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!