Kolom SultraRagam

Patung Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo Berdiri Kokoh di Kota Baubau Dibangun Cipta Karya Sultra

106
×

Patung Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo Berdiri Kokoh di Kota Baubau Dibangun Cipta Karya Sultra

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Patung Oputa Yi Koo di Kotamara, Kota Baubau. (IST/KR)

Patung Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo Berdiri Kokoh di Kota Baubau Dibangun Cipta Karya Sultra

Pembangunan Patung Pahlawan Nusantara  Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi atau Oputa Yi Koo di Kota Baubau sudah mencapai 97 persen.

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Ingin melihat sosok Pahlawan Nasional bagi kita masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tidak perlu jauh-jauh. Di Sultra, sosok Pahlawan Nasional, yaitu Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi atau Oputa Yi Koo, teladan bagi seluruh masyarakat, perawakannya telah diabadikan melalui Patung yang telah berdiri kokoh di Kota Baubau. Salah satu kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra menyampaikan bahwa pembangunan Patung Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) berlokasi di Kotamara, Kota Baubau akan segera rampung. Patung yang memiliki tinggi 23 meter ini, kini progresnya telah mencapai 97 persen.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak mengatakan, pembangunan Patung Oputa Yi Koo ditargetkan selesai pada bulan Juni 2024 mendatang.

“Jadi progres pembangunan sudah mencapai 97 persen. Kemudian di bawah sudah dipasang tegelnya dan dinding. Jadi sudah dipasangmi semua, saat ini sisa pemasangan tangan karena kepala sudah selesai,” katanya saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya pada Senin, 27 Mei 2024 kemarin.

Dikatakan, pembangunan patung tersebut memakan waktu yang cukup lama karena prosesnya yang kompleks. Patung tersebut dibuat seperti puzzle yang harus dirakit satu per satu, mulai dari kaki, badan, kepala, hingga tangan.

“Kami optimis ini akan tuntas sesuai target dalam waktu dekat ini. Setelah rakitan patung selesai terpasang, tinggal pengecatan yang tidak memakan waktu lama,” ujarnya.

Efendi bilang, selain patung itu sendiri, area pelataran di sekitar patung juga telah mengalami banyak kemajuan. Tegel dan beberapa area pendukung lainnya telah selesai dipasang.

“Untuk bagian pelataran, kita sudah tuntas pasang tegel, dinding, dan beberapa hal lainnya. Semua sudah lengkap bahkan ruangan museum juga sudah kita siapkan,” ujar mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pemprov Sultra ini.

Meskipun targetnya selesai pada Juni tahun ini, ada kemungkinan bahwa peresmian patung ini belum bisa dilakukan segera. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk mencari pengelola kawasan terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum.

“Karena bila belum ada pengelola dan langsung dibuka untuk masyarakat, kita khawatir, karena area ini harus dibersihkan setiap hari. Sekarang masih dipagar proyek. Rencananya, kita akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Sultra agar mengelola kawasan itu. Kalau sudah ada pengelola, baru bisa diresmikan dan terbuka untuk masyarakat umum,” tuturnya.

Himayatuddin Muhmmad Saydi atau biasa disebut Oputa Yi Koo, merupakan seorang pahlawan nasional dari kepulauan Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Semasa hidupnya, ia secara konsisten melawan penjajahan Belanda baik secara terang-terangan hingga meninggalkan singgasana untuk bergerilya di hutan dan akhirnya meninggal di puncak Gunung Siontapina Kabupaten Buton, sehingga dikenal sebutan sebagai Oputa Yi Koo.

Himayatuddin atau dikenal juga dengan sebutan La Karambau adalah satu-satunya Sultan Buton yang konsisten melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Kompeni-Belanda hingga akhir hayatnya selama 24 tahun (1752-1776).

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!