Kolom Sultra

Korem 143/HO Sukses Kawal Aksi Unjuk Rasa di Sultra Berlangsung Damai, Harapkan Sultra Tetap Kondusif

265
×

Korem 143/HO Sukses Kawal Aksi Unjuk Rasa di Sultra Berlangsung Damai, Harapkan Sultra Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini
Pengawalan dan pengamanan anggota TNI Korem 143/HO saat unjuk rasa di DPRD Sultra, Senin (1/9/2025). (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Aksi unjuk rasa ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa beberapa hari ini dan di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai puncak aksi, pada Senin, 1 September 2025 kemarin menuntut kenaikan pajak dan tunjangan anggota DPR RI, berjalan kondusif dan aman. Hal ini tidak terlepas dari pengawasan dan pengamanan ketat prajurit atau anggota TNI dari Korem 143/HO dan kepolisian.

Dibalik aksi massa yang berlangsung aman dan kondusif tanpa ada keributan seperti di beberapa daerah lain, ada strategi matang yang dijalankan Korem 143/HO.

Kasiops Korem 143/HO, Letkol Inf Erwinsyah Taupan, S.H., M.Si., mengungkapkan kunci utama dalam penanganan aksi ini terletak pada empat pilar yaitu pengamanan intelijen, komunikasi, pendekatan proporsional, dan sinergi.

“Kami mengawalinya dengan mengumpulkan data intelijen. Mulai dari isu pemicu, tokoh yang terlibat, hingga jumlah massa,” ungkap Letkol Erwinsyah, kepada salah satu awak media di Kendari, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga :  Gubernur Sultra Resmikan Wisata Kuliner Sorume Koltim, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

“Tujuannya jelas, untuk memetakan potensi kerusuhan dan menentukan langkah preventif yang efektif,” sambungnya.

Setelah data terkumpul, lanjut dia, Korem langsung bergerak. Mereka menjalin komunikasi aktif dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak terkait untuk memahami aspirasi massa.

“Ini adalah langkah presuasif dan humanis yang kami lakukan langsung di lapangan. Dialog ini diterima dengan baik oleh koordinator maupun peserta demo, tanpa membatasi hak mereka,” jelasnya.

Letkol Erwinsyah menekankan bahwa sinergi antara TNI dan Polri di Sultra adalah pondasi utama. Koordinasi yang terjalin erat memastikan SOP non-represif diterapkan secara konsisten.

“Kami bekerja sama dalam menentukan kekuatan personel, melakukan deteksi dini, hingga evaluasi. Intinya, dialog secara langsung dan terbuka adalah cara kami mengedepankan humanisme,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemda Muna Rapat Koordinasi Menyikapi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Kehadiran Danrem 143/HO, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, di tengah massa juga dinilai memiliki dampak psikologis yang signifikan. Kehadiran pimpinan tertinggi ini meningkatkan semangat dan rasa percaya diri massa.

“Mereka merasa aspirasinya didengar dan didukung. Di sisi lain, personel pengamanan juga lebih waspada dan bertanggung jawab karena pimpinan mereka hadir di garis depan,” paparnya.

Aparat di lapangan juga dibekali strategi khusus untuk menangani provokasi. Letkol Erwinsyah menyebut, mereka melakukan pengawasan ketat dan analisis situasi untuk mendeteksi tanda-tanda provokasi dari pihak luar maupun dari dalam massa.

“Kami berkomunikasi efektif dengan massa dan menggunakan metode non-represif seperti negosiasi untuk meredakan ketegangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sinergi dan Kebersamaan: Pemkab Kolaka dan PT Vale Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama

Keberhasilan Sultra, kata dia, tidak lepas dari beberapa faktor kunci: stabilitas politik dan keamanan, koordinasi yang solid, dan pemahaman mendalam tentang faktor sosial-budaya masyarakat setempat.

“Polda Sultra melakukan simulasi pengamanan dan pengecekan kesiapan personel secara berkala. Semua ini memastikan kami siap menghadapi segala kemungkinan,” katanya.

Dia juga sangat mengapresiasi cara penyampaian aspirasi dari masyarakat dan mahasiswa tanpa harus mencederai atau merusak fasilitas umum. Semua sangat menjujung tinggi cara-cara demokrasi.

Sebagai penutup, Letkol Erwinsyah menegaskan komitmen Korem 143/HO untuk terus menjaga kondusivitas di Sulawesi Tenggara.

“Kami akan terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak, melakukan pengawasan lebih ketat, dan meningkatkan kemampuan personel. Tujuannya, agar setiap aksi di masa depan tetap berlangsung tertib dan damai,” pungkasnya.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!