KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menegaskan tegas bahwa program bantuan bedah rumah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau IBN yang masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun – bahkan satu persen pun.
Mantan Bupati Muna selama dua periode itu menyampaikan hal ini saat mengunjungi salah satu rumah yang diperbaiki melalui program BSPS di Kelurahan Tobuuha, Kota Kendari, pada Jumat (12/12/2025).
“Perlu saya tekankan kepada seluruh masyarakat Sultra: bantuan BSPS ini GRATIS. Tidak boleh ada yang menjual nama program atau meminta uang apapun atas namanya,” tegasnya, dikutip dari Tajukinfo.com, Sabtu (13/12/2025).
Selama menjabat di Komisi V DPR RI, Ridwan mengungkapkan bahwa puluhan ribu unit bedah rumah telah direalisasikan di Sultra.
“Sekarang jumlahnya sudah lebih dari 40 ribu unit,” ujarnya, menambahkan angka itu berada di luar alokasi yang akan datang tahun depan.
Untuk tahun 2026, Ridwan optimistis kuota bedah rumah akan meningkat signifikan. Ia memperkirakan jumlahnya bisa empat kali lipat dibanding tahun 2025, sehingga program ini dapat menjangkau seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra.
“Kalau tahun kemarin hanya sekitar seribuan unit dan baru mencakup delapan kabupaten, InsyaAllah tahun 2026 bisa menjangkau semua kabupaten/kota di Sultra,” jelasnya.
Ia juga memastikan, berdasarkan pernyataan Komisi V DPR RI dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), program BSPS akan disalurkan di seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.
Ridwan berharap, bantuan bedah rumah ini tepat sasaran, diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya warga kurang mampu yang rumahnya tidak layak huni.
“Harapan saya, yang menerima bantuan ini adalah orang-orang yang memang berhak. Setelah rumahnya dibangun atau diperbaiki, agar dirawat dengan baik,” tutupnya.
Editor: Hasrul Tamrin











