DPR & DPRD

Hj. Cemma Apresiasi Langkah Presiden Ganti Pimpinan BGN, Harap Program MBG Lebih Tepat Sasaran

12
×

Hj. Cemma Apresiasi Langkah Presiden Ganti Pimpinan BGN, Harap Program MBG Lebih Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Hj. Hasmawati, SE. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendapat perhatian berbagai kalangan, termasuk dari daerah.

Langkah pencopotan Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, beserta jajaran wakilnya dan penunjukan Nanik Sudaryanti Deyang sebagai kepala lembaga tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Hj. Hasmawati, SE, yang akrab disapa Hj. Cemma, menilai keputusan Presiden tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan program strategis nasional berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya anak-anak yang membutuhkan asupan gizi yang memadai untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga :  DPRD Muna Barat Apresiasi Program 100 Hari Kerja Bupati Terpilih, Berikan Catatan Penting

“Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, tata kelola yang efektif, distribusi yang tepat sasaran, dan pengawasan yang kuat menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Hj. Cemma, kepada awak media, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai pergantian pimpinan BGN harus dimaknai sebagai langkah penyegaran sekaligus upaya mempercepat pencapaian target program MBG. Kepemimpinan baru diharapkan mampu meningkatkan efektivitas distribusi makanan bergizi, memperkuat sistem pengawasan, serta memastikan anggaran yang digelontorkan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Jaelani Komitmen Perjuangkan Kepentingan Nelayan di Wakatobi

Harapan besar juga datang dari daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks, termasuk Sulawesi Tenggara.

Menurut Hj. Cemma, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Koordinasi yang baik menjadi kunci agar distribusi layanan gizi dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang aksesnya masih terbatas,” katanya.

Sebagai unsur pengawas, DPRD, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi kontrol untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan. Pengawasan diperlukan agar setiap anggaran yang dialokasikan pemerintah benar-benar diwujudkan dalam bentuk layanan gizi yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

Baca Juga :  Jaelani Maksimalkan Tiga Fungsi DPR Dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih di Sultra

Hj. Cemma berharap kepemimpinan baru BGN tidak hanya menghadirkan perubahan secara administratif, tetapi juga mampu melahirkan terobosan nyata dalam memperbaiki sistem penyaluran gizi nasional.

“Kita semua berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan haknya untuk memperoleh makanan bergizi. Program ini harus menjadi investasi besar bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

Dengan ekspektasi publik yang tinggi, kepemimpinan baru BGN kini dituntut untuk segera menunjukkan kinerja nyata melalui tata kelola yang lebih transparan, inklusif, dan berdampak luas, sehingga cita-cita mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas dapat tercapai.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!