AdvetorialKolom Sultra

Maksimalkan Produksi, Pemprov ajak Petani Gunakan Benih Padi Unggul Sanggoleo

21
×

Maksimalkan Produksi, Pemprov ajak Petani Gunakan Benih Padi Unggul Sanggoleo

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka saat panen raya di Wawotobi. (Foto: Ist/KR) 

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) terus mendorong para petani padi sawah untuk menggunakan benih unggul dan bersertifikat Sanggoleo Sultra.

Upaya ini dilakukan untuk mendorong produksi padi sawah dengan menargetkan satu juta ton per tahun. Sebelumnya benih unggul ini telah diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggaras di Wawotobi, Kabupaten Konawe di awal tahun.

Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa program pengembangan benih unggul ini merupakan bagian dari arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dalam upaya meningkatkan produksi pertanian di daerah.

“Benih Sanggoleo akan kami pamerkan kepada masyarakat, khususnya para petani, agar semakin banyak yang beralih menggunakan benih bersertifikat,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menegaskan pentingnya penggunaan benih bersertifikat guna meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, petani diharapkan tidak lagi menggunakan benih sembarangan yang tidak terjamin kualitasnya.

“Petugas lapangan kami terus melakukan sosialisasi agar petani menggunakan benih bersertifikat. Ini sangat penting untuk meningkatkan produksi padi di Sultra,” jelasnya.

Baca Juga :  Kontribusi PAAP untuk Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Sultra Lima Tahun Terakhir Dinilai Berhasil
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka didampingi Kadis Distanak Muhammad Taufik saat peresmian padi unggul Sanggoleo. (Foto: Ist/KR)

Benih Sanggoleo memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya daya tumbuh di atas 90 persen, tingkat keseragaman mencapai 99 persen, serta potensi produksi rata-rata 8 hingga 10 ton per hektare.

Selain itu, masa panen relatif singkat, yakni sekitar 110 hingga 120 hari. Tak hanya dipamerkan, benih tersebut juga akan dijual langsung kepada masyarakat dengan harga terjangkau, sekitar Rp8.000 per kilogram. Langkah ini sekaligus menjadi upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebelumnya, pada awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sultra telah membagikan benih padi gratis Sanggoleo kepada kelompok tani di Wawotobi. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem perbenihan daerah.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa program benih mandiri tidak hanya berfokus pada penyediaan benih, tetapi juga membangun ekosistem perbenihan yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak kepada petani.
“Program ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem perbenihan yang mandiri, tangguh, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Baca Juga :  Polda Sultra Gelar Sosialisasi Forum Konsultasi Publik, Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sultra melalui UPTD Balai Perbanyakan Benih Tanaman Pangan menjaga kemurnian dan kualitas genetik benih. Proses perbanyakan dilakukan oleh penangkar binaan, sementara mutu benih diawasi secara ketat oleh UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSTP) guna menjamin kepercayaan petani.

Untuk memastikan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus meningkatkan pemenuhan benih bersertifikat melalui penguatan produksi, penyempurnaan proses pascapanen, serta optimalisasi sistem distribusi agar semakin menjangkau petani secara merata.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov Sultra menghadirkan teknologi otomasi mutakhir. UPTD BBI Wawotobi kini tercatat sebagai satu-satunya Balai Benih Induk (BBI) di Indonesia yang mengoperasikan kombinasi teknologi Rice Seed Sorter STS-600 (Tiger Kawashima) berkapasitas 400–600 kg per jam.

Alat ini dilengkapi teknologi sensor presisi untuk memilah benih beras secara otomatis dengan teknologi Auto Scale Machine CDCS-25 (Crown) yang mampu melakukan pengemasan otomatis sebanyak 400–600 kemasan per jam melalui sistem digital sehingga meminimalkan kesalahan manusia dan risiko kontaminasi.

Baca Juga :  Wakapolda Sultra Pimpin Upacara Harkitnas ke-116, Sampaikan Amanat Menkominfo

Penggunaan teknologi perbenihan dan mekanisasi pertanian ini mampu menghasilkan benih dengan kemurnian fisik hingga 99 persen, daya tumbuh yang lebih seragam, serta standar pengemasan yang setara dengan industri benih modern.

Pada musim tanam MT II Tahun 2025/2026, BBI Wawotobi memproduksi benih padi bersertifikat berupa varietas Ciherang dan Inpari 42, dengan menggunakan sumber Benih Dasar (BD) berlabel putih dan menghasilkan Benih Pokok (BP) berlabel ungu, dengan potensi hasil produksi mencapai 7–12 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.

Peluncuran kemasan benih “Sanggoleo Sultra” menjadi simbol penting kemandirian benih daerah yang berakar dari kearifan lokal masyarakat Tolaki. Sanggoleo merujuk pada penghormatan terhadap Sanggoleo Mbae, dewa padi, sebagai doa atas kesuburan dan hasil panen melimpah, sekaligus bermakna menyatukan dan menghimpun sinergi antara tanah, air, petani, dan teknologi. ** (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!