/*
Breaking News
*/
Kampus

Anak Pembuat Bata di Muna Barat ke Kampus Top Dunia: 19 Kali Gagal, Anwar Akhirnya Raih LPDP Monash University

18
×

Anak Pembuat Bata di Muna Barat ke Kampus Top Dunia: 19 Kali Gagal, Anwar Akhirnya Raih LPDP Monash University

Sebarkan artikel ini
Anwar saat sosialisasi Beasiswa LPDP di Auditorium UHO Kendari. (Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil. Setelah 19 kali mengalami kegagalan dalam berbagai seleksi beasiswa dan rekrutmen, Anwar, pemuda asal Desa Bakeramba, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, akhirnya berhasil meraih Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi Magister Marketing and Digital Communication di Monash University Indonesia

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kegigihan mampu mengalahkan keterbatasan. Sebelum dinyatakan lolos LPDP, Anwar telah mencoba berbagai kesempatan, mulai dari beasiswa luar negeri di tujuh negara, seleksi LPDP sebanyak tiga kali, seleksi CPNS, dua kali rekrutmen BUMN, hingga berbagai seleksi beasiswa, pekerjaan, dan program lainnya.

Dari seluruh proses tersebut, ia harus menerima 19 kali penolakan sebelum akhirnya memperoleh kesempatan yang diimpikan.

“Setiap email penolakan tentu terasa menyakitkan. Ada saat-saat saya bertanya apakah saya memang belum cukup baik. Namun saya memilih menjadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri, bukan sebagai alasan untuk berhenti,” tutu Anwar, Jumat (24/7/2026).

Keberhasilan itu semakin bermakna karena lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pembuat batu bata, sedangkan ibunya sebagai petani yang berjualan sayur di pasar. Dari hasil kerja keras kedua orang tuanya itulah Anwar dibesarkan dan dididik hingga mampu menggapai pendidikan tinggi.

“Saya lahir dari keluarga yang sederhana. Orang tua saya mungkin tidak memiliki harta yang banyak, tetapi mereka mengajarkan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik yang dapat mengubah masa depan. Nilai itu yang selalu saya pegang,” ujarnya.

* Seluruh Pendidikan Ditempuh di Sekolah dan Kampus Swasta

Perjalanan pendidikan Anwar juga menjadi kisah inspiratif tersendiri. Sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, ia menempuh pendidikan sepenuhnya di lembaga pendidikan swasta.

Ia merupakan alumni MIN 2 Muna, melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lapokainse, kemudian Madrasah Aliyah (MA) Lapokainse. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan Diploma III di Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta (AMAYO) sebelum menyelesaikan Sarjana Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Bisnis Kumala Nusa (STIBSA) Yogyakarta.

Baca Juga :  Dr. La Ode Muhammad Ady Ardyawan Resmi Dilantik jadi Rektor INKEIS Kolaka, Bawa Semangat dan Inovasi Baru

Menurut Anwar, latar belakang pendidikan di sekolah dan kampus swasta sama sekali tidak menjadi penghalang untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Banyak orang masih berpikir bahwa untuk bisa kuliah di kampus kelas dunia harus berasal dari sekolah atau universitas ternama. Pengalaman saya membuktikan bahwa yang paling menentukan bukan nama sekolah, tetapi kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba,” katanya.

* LPDP, Beasiswa Bergengsi dengan Seleksi Ketat

LPDP merupakan program beasiswa yang dikelola Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di bawah Kementerian Keuangan. Program ini dikenal sebagai salah satu beasiswa paling bergengsi di Indonesia karena memberikan pendanaan penuh bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menempuh studi magister maupun doktor di perguruan tinggi terbaik dalam dan luar negeri.

Proses seleksinya berlangsung sangat kompetitif. Para peserta harus melewati serangkaian tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes bakat skolastik, hingga wawancara mendalam yang menilai kualitas akademik, kepemimpinan, rekam jejak, komitmen terhadap Indonesia, serta rencana kontribusi setelah menyelesaikan studi.

* Mengasah Kemampuan di Kampung Inggris Pare

Di balik keberhasilannya meraih Beasiswa LPDP, terdapat proses panjang yang dijalani Anwar untuk mempersiapkan diri. Menyadari bahwa kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama dalam menembus beasiswa internasional, ia memutuskan mengikuti pelatihan intensif di salah satu lembaga kursus di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

“Setiap kegagalan membuat saya sadar bahwa saya harus terus meningkatkan kemampuan. Karena itu saya memilih belajar di Kampung Inggris Pare. Di sana saya belajar bukan hanya bahasa Inggris, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Tentunya ini tidak lepas dari dukungan penuh dan bimbingan tutor- tutor saya yang luar biasa sabar membina dan terus menguatkan saya disetiap kegagalannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Konawe Utara Ikbar Raih Gelar Doktor Pada Ilmu Manajemen UHO dengan Predikat Cumlaude

Menurut Anwar, keberhasilan yang diraihnya saat ini merupakan akumulasi dari proses belajar yang panjang. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, ia juga terus memperbaiki kualitas esai, memperkuat pengalaman organisasi, memperluas wawasan melalui berbagai pelatihan, serta berlatih menghadapi wawancara setiap kali mengikuti seleksi beasiswa.

Ia meyakini bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Meski berkali-kali gagal, seluruh proses belajar tersebut akhirnya menjadi bekal penting yang mengantarkannya meraih Beasiswa LPDP dan diterima di Monash University Indonesia.

* Menempuh Studi di Kampus Berkelas Dunia

Melalui LPDP, Anwar akan melanjutkan pendidikan di Monash University Indonesia bagian dari Monash University, salah satu universitas riset terkemuka di dunia yang berpusat di Melbourne, Australia pada januari mendatang.

Monash University secara konsisten berada dalam jajaran 100 universitas terbaik dunia berdasarkan berbagai pemeringkatan internasional, termasuk QS World University Rankings. Selain kampus utamanya di Australia, Monash juga memiliki kampus internasional di Indonesia, Malaysia, serta pusat pendidikan dan penelitian di beberapa negara lain melalui jaringan globalnya.

Reputasi tersebut menjadikan Monash sebagai salah satu universitas yang banyak diminati mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Bagi Anwar, kesempatan belajar di kampus dengan reputasi internasional merupakan amanah besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Ia berencana memperdalam ilmu pemasaran dan komunikasi digital sebagai bekal untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM, transformasi digital, dan peningkatan daya saing ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Muna Barat dan Sulawesi Tenggara.

* Pesan untuk Anak Muda Sulawesi Tenggara

Anwar berharap kisah perjuangannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya di Muna Barat dan Sulawesi Tenggara, agar tidak membatasi mimpi hanya karena kondisi ekonomi, asal daerah, maupun latar belakang pendidikan.

Baca Juga :  Maju sebagai Calon Ketua BEM, Pasangan Fauzan - Hermin Siap Wujudkan UHO Cantik

“Saya ingin anak-anak muda di Muna Barat dan Sulawesi Tenggara percaya bahwa mimpi tidak ditentukan oleh tempat kita lahir, pekerjaan orang tua, ataupun sekolah tempat kita belajar. Saya berasal dari keluarga sederhana, bersekolah dan kuliah di lembaga swasta, tetapi kesempatan untuk belajar di universitas kelas dunia tetap terbuka,” pesannya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berani mengambil setiap peluang yang ada.

“Jangan pernah takut gagal. Jangan takut mencoba beasiswa, pekerjaan, kompetisi, atau kesempatan lainnya. Saya membutuhkan 19 kali kegagalan sebelum akhirnya berhasil mendapatkan Beasiswa LPDP. Bisa jadi, keberhasilan kita hanya dipisahkan oleh satu percobaan lagi,” katanya.

Menurutnya, masih banyak anak muda Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi luar biasa, namun belum berani melangkah karena merasa minder atau takut ditolak.

“Kita tidak pernah tahu pintu mana yang akan terbuka. Tugas kita hanya satu: terus mempersiapkan diri dan terus mengetuk setiap pintu kesempatan yang ada dan kita harus berani gagal karena kegagalan adalah hal pasti yang kita lalui serta keberhasilan hanyalah bonus dari setiap perjuangan kita,” tutupnya

Kisah Anwar menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi, latar belakang keluarga sederhana, maupun riwayat pendidikan di sekolah dan kampus swasta bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan terbaik. Dengan ketekunan, kerja keras, dan keberanian bangkit dari kegagalan, anak daerah pun mampu menembus salah satu beasiswa paling kompetitif di Indonesia dan melanjutkan studi di universitas berkelas dunia.

Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia untuk tidak takut bermimpi besar, berani mencoba, dan menjadikan setiap kegagalan sebagai pijakan menuju keberhasilan.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!