KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT DSSP Power Kendari yang beralamat di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, memastikan suplai kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui jaringan interkoneksi 150 KV sistem Sultra – Sulawesi Bagian Selatan aman hingga Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi dan beberapa bulan ke depan.
Untuk memastikan ketersediaan suplai kebutuhan listrik untuk masyarakat dan usaha jelang Lebaran Idul Fitri tersebut, DPR RI khususnya Komisi XII telah melakukan kunjungan di PT DSSP Power Kendari dan dipaparkan langsung oleh Manajemen PLTU, pada Jumat, 21 Maret 2025, kemarin.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek dan mengevaluasi kesiapan pembangkit listrik di Sulawesi Tenggara dalam menghadapi beban puncak, khususnya selama periode Lebaran.
CSR and External Relation PT DSSP Power Kendari, Risal Akbar, menjelaskan bahwa perusahaan telah memaparkan kesiapan mereka untuk memastikan operasional pembangkit listrik tetap aman dan terkendali selama Lebaran.
“Salah satu paparan kami adalah bagaimana kesiapan kami untuk menghadapi beban puncak dan siaga Lebaran. Kami menekankan untuk memastikan siaga Lebaran, kami bisa beroperasi secara andal,” ujar Risal, Jumat (21/3) malam.
Lebih lanjut, Risal menjelaskan bahwa dua unit pembangkit 2 x 50 MW akan beroperasi secara maksimal untuk memenuhi peningkatan kebutuhan listrik masyarakat menjelang Idul Fitri.
“Semakin mendekati Idul Fitri, biasanya deman atau permintaan kebutuhan listrik masyarakat semakin meningkat. Kami siap untuk melayani kebutuhan masyarakat itu,” tegasnya.
Komisi XII DPR RI juga memberikan perhatian khusus pada aspek lingkungan. Mereka menekankan pentingnya operasional pembangkit listrik tenaga uap secara andal dan ramah lingkungan.
Meskipun menggunakan batu bara, PT DSSP Power Kendari memastikan bahwa seluruh aktivitas mereka diawasi ketat dan telah memenuhi standar lingkungan. Buktinya, perusahaan ini baru saja mendapatkan penghargaan Proper Biru.
“Komisi XII DPR RI juga menekankan bagaimana pembangkit listrik tenaga uap yang kami operasikan itu bisa memproduksi listrik secara andal dan bisa ramah lingkungan,” jelas Risal.
“Kita tahu sendiri ada tendensi dari Batu Bara yang kita gunakan, tapi kami memberikan pemaparan bahwa segala aktivitas yang kami lakukan dalam proses pembangkitan tenaga listrik ini sudah diawasi dengan ketat,” sambungnya.
Terkait emisi, Risal menjelaskan bahwa sistem pemipaan filter (faba) pada pembangkit telah dioptimalkan untuk meminimalisir dampak lingkungan.
“Emisi kami dalam bentuk faba dan sampai sekarang pipalisasi faba kami sudah sangat maksimal jadi faba yang dihasilkan dari pembakaran di boiler itu kami sudah filter,” tutup Risal.
Laporan: Hasrul Tamrin











