KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke- 79 Tahun serentak dilakukan di seluruh penjuru Nusantara dengan upacara pengibaran bendera merah putih. Namun, ada satu perayaan HUT Kemerdekaan dilakukan dengan cara yang unik, yaitu pengibaran bendera di bawah laut.
Pengibaran bendera di bawah laut tersebut dilakukan oleh puluhan orang di wilayah Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/8/2024).
Kepala Desa Namu, Nikson, mengatakan kegiatan pengibaran bendera kali ini dilakukan di bawah laut oleh sejumlah perwakilan lembaga militer dan sejumlah lembaga lain termasuk komunitas.
“Kegiatan ini diinisiasi oleh Konsel Scuba Community bekerja sama dengan Tim DESATA Sultra dan pemerintah Desa Namu. Pengibaran dilakukan di laut Namu pada kedalaman 7 meter, dan dilaksanakan menyesuaikan prosesi pengibaran, mulai dari pengerek bendera, menyayikan lagu Indonesia Raya yang dibantu dengan sistem peralatan Audio Bawah Laut kesatuan Brimob Polda Sultra,” katanya.
Selain itu, pada momen upacara bawah laut ini juga dilakukan aksi pelestarian karang Biorefftek serta penanaman pohon oleh KKN PPM UGM SG007 yang kebetulan sedang melakukan KKN di Desa Namu didampingi para peserta pengibaran bendera bawah laut.
Nikson menyebutkan, peserta yang melakukan pengibaran bendera bawah laut ini sekitar 27 orang, yang terdiri dari perwakilan TNI Angkatan Udara, Angkatan Laut, Polairud Polda Sultra, Brimob Polda Sultra, BPSL, Basarnas, DKP Sultra, USN Kolaka, LDC, UKM Selam, SDC Muhammadiyah, OK Dive, GT Dive dan Desata Sultra.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, selain sebagai bentuk nasionalisme, sekaligus mengangkat potensi bawah laut yang ada di Desa Wisata Namu karena sebagian penyelam langsung melakukan fundive di sekitar terumbu karang lokasi pengibaran bendera,” pungkasnya.
Peserta pengibar bendera pusaka merah putih tersebut tidak butuh waktu lama berhasil mengibarkan bendera di dasar laut Desa Namu dengan selamat.
Editor: Hasrul Tamrin











