Pendidikan

Kantor Dinas Pendidikan Bombana Disegel Masa Imbas Kadisnya Diduga Berpolitik Praktis

826
×

Kantor Dinas Pendidikan Bombana Disegel Masa Imbas Kadisnya Diduga Berpolitik Praktis

Sebarkan artikel ini
Kantor Dinas Pendidikan Bombana disegel masa aksi Aliansi Lingkar Marhaenis saat unjuk rasa. (Foto: IST/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: BOMBANA – Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Lingkar Marhaenis, Kabupaten Bombana, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Bombana dan Kantor Dinas Pendidikan, Senin (10/06/2024). Aksi ini berujung ricuh hingga menyegel kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana saat unjuk para pengunjukrasa mempertanyakan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan yang diduga terlibat politik praktis.

Aksi unjuk rasa yang berunjung bentrok ini terjadi saat pihak kepolisian yang melakukan pengamanan di kantor bupati saat jalannya aksi tersebut menghalangi para pengunjuk rasa yang memaksa masuk di dalam Kantor Bupati Bombana untuk bertemu Pj Bupati dan Sekda Bombana.

Tidak hanya itu, saat para pengunjukrasa bertandang ke kantor Dinas Pendidikan juga menyegel Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana serta menyuruh para staf masih berada dalam kantor tersebut untuk keluar sebelum kantor tersebut disegel sebagai bentuk kekesalan mereka.

Baca Juga :  Wartawan di Kendari Gagas Program KAK, Wadah untuk Sedekah Ringan

Saat unjuk rasa, Jenderal Lapangan Aliansi Lingkar Marhaenis, Adesaundry, dalam orasinya meminta agar Pj Bupati Bombana untuk segera membatalkan nota tugas terhadap Nurbaya, Guru SDN 26 Toari, Bombana, yang dipindahkan ke sekolaha lain di Kasipute, yang begitu jauh dari rumahnya oleh Kepala Dinas Pendidikan.

Masa aksi mengganggap tindakan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Bombana ini sarat dengan kepetingan politik praktiktis.

“Bila pak Pj Bupati dan Sekda tidak mau keluar menemui kami, biar kami yang masuk menemui bapak-bapak,” teriak pengunjuk rasa.

Tidak hanya itu, masa aksi dari Aliansi Lingkar Marhaenis ini menuding jika, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Arsyad yang merupakan adik kandung dari calon Bupati Bombana Andi Nirwana, ikut membantu kakaknya mengerahkan para kepala sekolah di Kabupaten Bombana untuk membentuk tim pemenangan terhadap Andi Nirwana yang akan maju sebagai calon Bupati Bombana.

Baca Juga :  Sudirman Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan di Kendari Saat Hadiri Pada Milad UMK

Berdasarkan hal tersebut, para pengunjuk masa ini mendesak Pj Bupati Bombana untuk segera memberhentikan Andi Muhammad Arsyad sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, sebab jika tidak masa aksi kwatir jika dia akan terus ikut berpolitik praktis untuk mendukung kakaknya, Andi Nurwana.

“Kami juga mendesak kepada Pj Bupati Bombana untuk segerah menonjobkan Kadis Pendidikan ini, karena jika dibiarkan dia akan terus cawe-cawe dalam politik praktisnya guna memenangkan kakaknya,” ungkapnya.

Setelah berorasi hampir 4 jam di kantor Bupati, akhirnya Sekda Kabupaten Bombana, Man Arfa keluar menemui para pengunjuk rasa, namun tetap tidak membuahkan hasil, sebab Sekda Kabupaten Bombana ini enggan menandatangani pernyataan yang telah disiapkan oleh masa aksi yang berisikan kesiapan menonjobkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana.

“Maaf kalau itu saya tidak bisa tandatangan, kalau soal ibu guru Nurbaya, hari ini saya batalkan suratnya dan ibu Nurbaya silahkan memilih sekolah yang dia mau,” ucap Sekda Bombana.

Baca Juga :  Jasa Raharja Mengajar Datangi IAIN Kendari Menguliahi 500 Mahasiswa

Tidak puas dengan pernyataan Sekda Bombana tersebut, para pengunjuk rasa ini akhirnya bertolak menuju Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, untuk mencari keberadaan Kepala Dinasnya, bahkan sesampainya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, para pengunjuk rasa lansung masuk mencari Kadis Pendidikan, namun sayangnya Kadis Pendidikan tersebut lagi-lagi tidak berada di tempat.

“Teman-teman aksi, geledah seluruh ruangan, jangan sampai pak Kadis bersembunyi,” ujar Koordinator Aksi tarsebut.

Imbas tidak ditemukannya Kadis Pendidikan di tempat, para pengunjukrasa akhirnya menyegel Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana serta menyuruh para staf masih berada dalam kantor tersebut untuk keluar sebelum kantor tersebut disegel sebagai bentuk kekesalan mereka.

 

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!