/*
Breaking News
*/
Kolom Sultra

Pemprov Sultra Terjunkan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kolaka Timur

27
×

Pemprov Sultra Terjunkan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kolaka Timur

Sebarkan artikel ini
(Foto: Dok. Dinas Kominfo Sultra)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) terjunkan tim gabungan bahu-membahu menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).

Tim gabungan terpadu yang diterjunkan tersebut mencakup pemadaman langsung di lokasi terdampak, pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan petugas, hingga analisis serta pemetaan lahan gambut yang berpotensi memicu Karhutla.

Dilansir dari akun @Dinas Kominfo Sultra, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur, hingga 16 September 2026, luas lahan yang terdampak Karhutla di Koltim mencapai kurang lebih 423,14 hektare. Area yang terbakar tersebut tersebar di tiga kecamatan, tujuh desa, dan satu kelurahan.

Guna mempercepat pemadaman, BPBD Provinsi Sultra telah menurunkan personel dan peralatan untuk mendukung BPBD Kabupaten Kolaka Timur. Pos penanganan Karhutla dipusatkan di Kantor Polsek Lalolae.

Baca Juga :  Undang Kepala Desa se-Sultra, APDESI Sultra Akan Sosialisasikan Perpanjangan Jabatan Kades

Berbagai peralatan yang dimilki BPBD Pemprov Sultra diturunkan untuk memadamkan api di kawasan tersebut. Salah satu kawasan terdampak paling parah adalah di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo. Di wilayah ini, tim melakukan pemadaman dengan total 319,35 hektar, dimana beberapa di antaranya merupakan lahan gambut.

Proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat karena petugas harus berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga untuk mencapai titik api.

Selain akses yang sulit, hembusan angin kencang yang sering berubah arah turut menyulitkan proses pemadaman. Untuk memastikannya tetap berkelanjutan, peralatan pemadaman dan mobil tangki air terus disiagakan di lokasi.

Selain personel BPBD provinsi yang bertugas bergiliran, tim medis dari dinas kesehatan Pemprov Sultra juga ambil bagian. Sejauh ini, mereka menggelar layanan kesehatan di Balai Kelurahan Tinengi dengan sasaran 35 warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 warga mengalami hipertensi dan 20 warga mengeluhkan batuk, sesak napas, serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga :  Kunker di Muna Barat, Presiden Jokowi Tinjau Pasar Rakyat Kambara Pastikan Harga Sembako

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di Desa Solewatu dengan sasaran 30 warga, lalu bergeser ke Desa Weamo untuk memberikan pengobatan kepada warga setempat serta petugas pemadam dari Manggala Agni, TNI/Polri, dan BPBD.

Pelayanan kesehatan terintegrasi ini melibatkan unsur Dinas Kesehatan, pemerintah kelurahan, TNI/Polri, dan BPBD Kabupaten Kolaka Timur. Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi tambahan suplai obat-obatan, vitamin untuk warga dan petugas, serta masker N95.

Sementara itu, dari sisi pencegahan jangka panjang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sultra melakukan pemetaan serta analisis lahan gambut yang rawan mengalami Karhutla.

Baca Juga :  Kapolda Sultra Serahkan Bingkisan Lebaran kepada Purnawirawan, Tokoh Masyarakat dan Mitra Polri

Analisis ini ditujukan untuk melihat pola dan kecenderungan Karhutla di kawasan gambut sebagai bahan edukasi, penanganan, dan mitigasi ke depan.

Sebagai langkah konsolidasi, Pemprov Sultra juga menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026.

Rapat ini menjadi wadah koordinasi Tim Satgas Bencana Provinsi Sultra untuk mempercepat penanganan Karhutla, dengan menetapkan Kabupaten Kolaka Timur sebagai prioritas utama. Seluruh instansi terkait diminta memberikan dukungan penuh sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam forum tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) menyatakan kesiapannya mendukung pasokan peralatan dan bahan bakar bagi tim di lapangan. BWS juga menginisiasi rencana pengadaan sumur bor di titik lokasi kebakaran, yang pelaksanaannya kini masih menanti Instruksi Presiden (Inpres).

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!