KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, kembali dipercaya memimpin Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sultra periode 2026-2030.
Andi Sumangerukka terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sultra yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Sultra, Kamis (10/9/2026).
Musda tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC HKTI kabupaten dan kota se-Sultra. Agenda organisasi petani ini dibuka dan dihadiri langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP HKTI, H. Abdul Kadir Karding, yang mewakili Ketua Umum DPP HKTI.
Usai terpilih, Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para ketua DPC HKTI kabupaten dan kota se-Sultra.
“Pertama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan bupati yang sebagai ketua DPC telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin sebagai ketua DPD HKTI Sulawesi Tenggara,” kata Andi Sumangerukka.
Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan setelah kepengurusan terbentuk adalah memperkuat kelembagaan HKTI. Organisasi tersebut diharapkan benar-benar menjadi rumah bagi para petani dan wadah untuk menyelesaikan berbagai persoalan teknis yang dihadapi di lapangan.
“Dengan adanya penguatan kelembagaan, kita berharap HKTI itu merupakan rumah, wadah bagi petani kita yang mempunyai masalah-masalah teknis yang ada di daerah,” ujarnya.
Gubernur Sultra ini menilai posisi strategis para kepala daerah yang juga menjadi ketua DPC HKTI di masing-masing wilayah menjadi modal penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan petani.
Terlebih, kata dia, kewenangan pemerintahan berada di daerah sehingga berbagai kendala yang dihadapi petani dapat lebih mudah dikoordinasikan dan dicarikan solusi.
“Potensi Sulawesi Tenggara itu cukup besar, namun belum dioptimalkan. Kesempatan inilah kita akan mengoptimalkan itu,” tegasnya.
Ia optimistis sinergi antara DPD HKTI, para bupati dan wali kota sebagai ketua DPC, pemerintah provinsi, serta pemerintah pusat mampu memperkuat sektor pertanian Sultra.
“Hubungan kelembagaan dan kedekatan emosional antarpengurus dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam menyelesaikan persoalan petani secara cepat dan konkret,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekjen DPP HKTI H. Abdul Kadir Karding, menyambut baik terpilihnya Andi Sumangerukka bersama para kepala daerah sebagai pimpinan HKTI di wilayah masing-masing.
Ia menilai keterlibatan langsung kepala daerah dalam kepengurusan HKTI akan memudahkan organisasi dalam mengawal sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani.
“Kami tentu berterima kasih kepada Pak Gubernur beserta para bupati dan wali kota karena berkenan memimpin HKTI di wilayah masing-masing. Ini artinya banyak persoalan bisa segera dapat diatasi,” ujar Karding.
Karding menegaskan, HKTI ke depan harus memperkuat organisasi petani agar memiliki daya tawar atau bargaining position yang semakin kuat. Ada sejumlah agenda utama yang harus menjadi perhatian HKTI, mulai dari penguatan tata kelola organisasi, regenerasi petani, penguatan lembaga ekonomi petani, hingga membuka akses pasar dan permodalan.
“Penekanannya bahwa organisasi petani ini harus kita perkuat supaya bargaining atau daya tawar petani semakin bagus,” katanya.
Selain penguatan kelembagaan, Karding mendorong lahirnya generasi baru petani, khususnya dari kalangan anak muda. Regenerasi ini menjadi tantangan penting bagi masa depan sektor pertanian.
Ia mendorong berbagai program seperti akademi petani digital, magang agribisnis dan agromaritim sebagai bagian dari upaya menarik generasi muda masuk ke sektor pertanian.
DPD HKTI juga diminta memperkuat lembaga ekonomi petani, termasuk koperasi, sehingga petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi memiliki posisi lebih kuat dalam rantai ekonomi pertanian.
“Yang ketiga adalah kita harus memperkuat lembaga ekonomi petani, koperasinya dan lain sebagainya,” jelasnya.
Agenda berikutnya adalah membuka akses pasar dan permodalan. Karding menilai persoalan tersebut masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani.
“Para petani kita ini biasanya problemnya di sana,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh agenda tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni menjadikan HKTI sebagai organisasi yang benar-benar memberikan solusi bagi petani dan ekosistem pertanian.
“HKTI harus menjadi solusi bagi petani dan ekosistem pertanian. Tujuan kita sebenarnya ber-HKTI ini supaya petaninya sejahtera dan makmur,” tegas Karding.
Khusus Sultra, Karding melihat potensi pertanian yang dimiliki daerah ini sangat besar. Karena itu, HKTI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Dukungan itu, kata dia, antara lain melalui perluasan lahan sawah, percepatan cetak sawah, intensifikasi pertanian, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga pengembangan pertanian berbasis digital.
“Di sini akan dibuka lahan sawah yang lebih luas, cetak sawah lebih luas, sekaligus juga diintensifikasi. Termasuk kita memulai modernisasi alat pertanian dan mengembangkan digital pertanian ke depan,” pungkasnya.
Laporan: Hasrul Tamrin











