/*
Breaking News
*/
Muna

Fadli Zon Buka Festival Liangkobori IV, Gua Metanduno Muna Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO dan Gua Liangkobori

21
×

Fadli Zon Buka Festival Liangkobori IV, Gua Metanduno Muna Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO dan Gua Liangkobori

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Liangkobori IV Tahun 2026 di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, pada Sabtu (11/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan membawa kabar gembira mengenai rencana penetapan kawasan Gua Liangkobori sebagai Cagar Budaya Nasional, serta pengusulan Gua Metanduno sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Langkah ini diambil menyusul temuan ilmiah penting yang menempatkan kawasan tersebut dalam peta peradaban dunia.

“Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah bagi Muna, Indonesia, dan ilmu pengetahuan dunia dengan ditemukannya lukisan cadas di Liang Metanduno yang berusia setidaknya 67.800 tahun,” ujar Fadli Zon, dalam sambutannya dilansir dari media sosial Diskominfo Sultra, Minggu (12/7/2026).

Menteri Kebudayaan menjelaskan, hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Griffith University yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 22 Januari 2026.

Baca Juga :  Dua Tersangka Penganiayaan di Butur dapat Restoratif Justice Kejari Muna

Temuan tersebut kemudian resmi diverifikasi oleh Guinness World Records pada 26 Mei 2026 sebagai lukisan tertua di dunia dalam kategori seni nonfiguratif.

Dengan adanya penetapan status cagar budaya, pengembangan Gua Metanduno sebagai situs prasejarah akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Kebudayaan.

Menteri Fadli Zon menekankan bahwa berbagai lukisan cadas di kawasan Liangkobori—seperti gambar layang-layang, perahu, binatang, dan aktivitas berburu—akan terus diteliti. Namun, ia mengingatkan agar pengembangan kawasan wajib mengedepankan tiga prinsip utama.

“Pertama, Protection-First, di mana perlindungan harus mendahului promosi. Kedua, Science-Led, yaitu setiap keputusan berbasis data konservasi. Ketiga, Community-Based, dengan menempatkan masyarakat sebagai penjaga utama situs sekaligus pelaku ekonomi budaya,” tegasnya.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Muna Usulkan Penambahan Anggaran Pilkada 2024, Bupati: Akan Disesuaikan

Menteri juga mengingatkan pentingnya mitigasi kerusakan situs akibat perubahan iklim maupun aktivitas manusia melalui pengaturan kunjungan yang ketat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan Menteri Kebudayaan serta kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri di Bumi Sultra.

Menurutnya, momentum ini sangat strategis bagi pelestarian sejarah kebudayaan daerah.

“Warisan budaya ini merupakan aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Pelestariannya membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, pelaku budaya, media, komunitas, dan seluruh masyarakat agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan,” katanya.

Gubernur menambahkan, Festival Liangkobori bukan sekadar atraksi budaya tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan motor penggerak ekonomi kreatif.

Baca Juga :  SMKN 1 Raha dan SMKN Lohia Bekerjasama dengan BPN Muna Mengadakan Prakerin

Pemerintah Provinsi Sultra berharap kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi unggulan Kabupaten Muna, tetapi juga bertransformasi menjadi ikon pariwisata internasional.

Gubernur juga menaruh harapan besar agar dukungan Pemerintah Pusat dapat terus berlanjut, baik dalam program pelestarian, penelitian arkeologi berkelanjutan, konservasi, hingga peningkatan kapasitas SDM lokal.

Acara pembukaan Festival Liangkobori IV ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Anggota DPD RI Dapil Sultra, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, serta Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan.

Hadir pula Ketua DPRD Sultra, jajaran Forkopimda Sultra, Pj. Sekda Sultra, Bupati dan Wakil Bupati Muna, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Sultra, serta seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Muna.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!