/*
Breaking News
*/
Muna

La Ode Muh. Syarif Berharap Liang Metanduno Menjadi Cagar Budaya Nasional

397
×

La Ode Muh. Syarif Berharap Liang Metanduno Menjadi Cagar Budaya Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua (KPK) Masa bakti 2015-2019, Laode Muhammad Syarif didampingi Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil Ndoasa, Foto : LM Nur Alim.

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Putra asli Muna Wakil Ketua (KPK) Masa bakti 2015-2019, Laode Muhammad Syarif berharap situs budaya gua Liang Metanduno yang berada di Desa Liangkabori Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, menjadi cagar budaya nasional.

Harapan Syarif itu disebabkan karena Liang Metanduno memiliki situs purba gambar lukisan tertua di dunia dengan usia sekitar 67.800 tahun yang harus dijaga dan dilindungi oleh negara Republik Indonesia sebagai warisan budaya nasional bahkan dunia.

Baca Juga :  Pemkab Muna Umumkan Tiga Besar Hasil Seleksi Lelang Jabatan Eselon II, Plt Bupati Muna sebagai Penentu!

“Kita berharap gua Liangkabori bukan hanya aset daerah akan tetapi menjadi aset nasional dan dunia. Seharusnya pemerintah Kabupaten, Propinsi dan Pemerintah Pusat menjaga kelestariannya, diberikan perlindungan yang lebih baik dan ditingkatkan statusnya, itu jauh lebih bagus sehingga perawatan dan perhatiannya akan jauh lebih baik,” kata Syarif dalam keterangan persnya, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga :  Rumah La Empa Warga Laiworu Terbakar Rata dengan Tanah, Butuh Uluran Tangan

Dirinya mengetahui bahwa kekuatan ekonomi pemerintah Kabupaten Muna itu, tidak terlalu besar sehingga menjadi prioritas pemerintah pusat untuk memerhatikan warisan purba Liang Metanduno dan Liangkabori ini.

“Wilayah itu akan menjadi cagar budaya nasional. Saya sudah bicara dengan menteri Kebudayaan dan sudah dijanji,” ucapnya.

Dia menyampaikan, karena akan menjadi kekayaan dunia, maka para peneliti dan akademisi akan mempelajari dan ketika akan mempelajari karena tertua didunia maka akan meningkatkan pemasukan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Dua Periode Menjadi DPR RI, Ridwan Bae Banyak Berbuat untuk Pembangunan Sultra

“Akan tetapi,itu bisa terjadi bila situs itu bisa terjaga keasliannya sehingga orang lebih menghargi itu sebagai warisan budaya dan sumber ilmu pengetahuan. Ini adalah kekayaan budaya, kekayaan ilmu dan kita berharap menjadi kekayaan ekonomi,” tutupnyanya.

Laporan : LM Nur Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!