AdvetorialPendidikan

Program Pendidikan Gubernur Sultra Fokus Beasiswa, Rehab Sekolah, Kesejahteraan Guru hingga Sekolah Garuda

28
×

Program Pendidikan Gubernur Sultra Fokus Beasiswa, Rehab Sekolah, Kesejahteraan Guru hingga Sekolah Garuda

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyerahkan seragam sekolah kepada siswa berprestasi di Aula Bahteramas, 11 Maret 2026 lalu. (Dok. KolomRakyat.com)

KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mempercepat realisasi program pendidikan yang menjadi prioritas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra). Meski di tengah efisiensi anggaran, berbagai program strategis tetap berjalan dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan guru, penguatan akses pendidikan melalui rehabilitasi gedung sekolah, hingga persiapan tenaga kerja berdaya saing global.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Aris Badara mengatakan, Gubernur Sultra memberi arahan agar seluruh program pendidikan berjalan cepat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Hingga Mei 2026, realisasi program pendidikan baru mencapai sekitar 33,33 persen. Namun hal itu dipengaruhi sejumlah kegiatan yang sifatnya periodik dan menunggu jadwal nasional, seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang baru dimulai pada Juni mendatang.

“Pak Gubernur menekankan agar kegiatan bisa berjalan baik dan cepat sehingga terserap maksimal di masyarakat. Memang ada beberapa program yang menunggu jadwal pusat, seperti SPMB dan penyaluran kegiatan langsung ke sekolah,” ujar Aris Badara, kepada awak media secara eksklusif di kantornya, pada Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah program prioritas yang saat ini dijalankan antara lain penyelenggaraan BOS untuk SMA, SMK dan SLB, layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), hingga percepatan penyaluran tunjangan guru.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Tematik UHO Ajak Petani Desa Lombuea Gunakan Pupuk Organik Vermikompos

Khusus tunjangan guru, lanjutnya, kini penyaluran dilakukan langsung dari pemerintah pusat ke rekening guru setiap bulan, berbeda dengan sebelumnya yang dibayarkan per triwulan.

“Pemerintah sudah sangat memperhatikan kesejahteraan guru. Ada tunjangan profesi guru, tambahan penghasilan hingga guru daerah khusus,” katanya.

Di sektor bantuan pendidikan, Pemprov Sultra melalui Dikbud Sultra tetap melanjutkan program bantuan seragam sekolah untuk siswa SMA sebanyak 6.000 pasang dan SMK sebanyak 5.000 pasang, meski jumlah penerima menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran. Saat ini kegiatan berada pada tahap pelaksanaan kontrak pekerjaan.

Selain itu, Pemprov Sultra juga menyiapkan program beasiswa berprestasi bagi siswa SMA dan SMK masing-masing sebanyak 100 orang. Jika tahun lalu tersedia program beasiswa internasional, tahun ini beasiswa difokuskan pada tingkat nasional. Selain itu, Pemprov Sultra jugamenggelontorkan bantuan untuk siswa kurang mampu, rincian SMA sebanyak 1.700 siswa, SMK sebanyak 1.700 siswa, dan SLB sebanyak 100 siswa.

“Pak Gubernur memberi perhatian besar kepada siswa berprestasi. Nantinya sekolah akan mengusulkan siswa berdasarkan sertifikat dan prestasi yang dimiliki mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” jelasnya.

Untuk meningkatkan daya saing global, khususnya lulusan SMK, Dinas Pendidikan Sultra menghadirkan program TOEFL Preparation. Program ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.

“SMK kita punya tagline go global. Anak-anak kita diharapkan bisa bekerja di luar negeri dan diperhitungkan secara internasional,” katanya.

Baca Juga :  Balai Bahasa Sultra Lestarikan Bahasa Wolio Melalui Peningkatan Kompetensi Guru dan Pegiat Komunitas

Sementara bagi siswa SMA, program penguatan bahasa Inggris dilakukan melalui kerja sama dengan Unit Pelaksana Akademik Bahasa Universitas Halu Oleo guna mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik dunia.

Di sisi lain, Pemprov Sultra juga menyiapkan program “S1 Kedua” bagi guru. Program ini lahir dari kekurangan tenaga pengajar produktif di SMK dan guru khusus di SLB akibat banyaknya guru memasuki masa pensiun.

Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyerahkan TPG, THR dan Gaji Ke-13 guru ASN dan Swasta SMA/SMK/SLB negeri dan swasta Tahun Anggaran 2025 di Aula Bahteramas Kantor Gubernur, Rabu (11/3/2026). (Dok. KolomRakyat.com)

Melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Makassar, guru-guru adaptif dan normatif akan disekolahkan kembali agar memiliki kompetensi baru di bidang teknik maupun pendidikan luar biasa.

“Kita ingin mencetak guru-guru produktif yang qualified untuk SMK dan guru khusus untuk SLB,” ujarnya.

Pemprov Sultra juga menyiapkan pelatihan soft skill dan hard skill bagi lulusan SMK agar siap bekerja di luar negeri. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menyasar 60 peserta dan akan dikerjakan bersama dinas tenaga kerja.

Sementara pada sektor infrastruktur pendidikan, perhatian khusus diberikan Gubernur Sultra untuk wilayah Wakatobi sesuai janjinya pada saat malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tenggara ke-65. Pemprov akan membangun dan merehabilitasi sejumlah sekolah, termasuk ruang kelas baru di SMA 2 Tomia serta rehabilitasi sekolah di wilayah Lentea.

Baca Juga :  Sahurianto Meronda Terpilih sebagai Ketua IKA Alumni SPP/SPMA/SMKN 5 Wawotobi Pada Musda Ke IV

Meski anggaran terbatas, sekolah-sekolah juga terus didorong memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat. Tahun sebelumnya, Sultra berhasil mendapatkan anggaran revitalisasi sekolah mencapai Rp146 miliar dari pemerintah pusat.

Tak hanya fokus pada pendidikan formal, Pemprov Sultra juga memperkuat sektor kebudayaan dengan target peningkatan warisan budaya tak benda.

Selain itu, Dinas Pendidikan Sultra turut mendukung berbagai program prioritas nasional seperti Kampung Nelayan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat hingga Sekolah Garuda.

Dalam program MBG misalnya, sejumlah SMK pertanian dan peternakan diarahkan menjadi pemasok bahan pangan seperti sayur, telur dan ikan. Pemprov juga tengah menyiapkan aplikasi pendataan siswa untuk mengantisipasi alergi makanan dan memastikan program berjalan aman.

“Kami ingin data anak-anak yang memiliki alergi atau intoleransi makanan bisa terpetakan dengan baik sehingga tidak ada lagi kasus keracunan makanan,” kata guru besar Universitas Halu Oloe itu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Sekolah Garuda, Pemprov Sultra juga menggelar event “Garuda Mega Kuaso” yang diisi lomba esai, TikTok edukasi hingga senam Anak Indonesia Sehat guna memperluas sosialisasi program tersebut kepada masyarakat.

“Seluruh program pendidikan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mendukung arahan Gubernur serta program prioritas Presiden di bidang pendidikan dan penguatan SDM,” pungkas Aris Badara.** (Adv)

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!