KOLOMRAKYAT.COM: KENDARI – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara menyatakan komitmen penuh dalam mendukung upaya digitalisasi dan penataan ekosistem logistik di wilayah pelabuhan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari.
Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi terkait pengaktifan kembali Single Truck Identification Data (STID) yang berlangsung di Kantor Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, pada Rabu (28/01/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri Kepala KSOP Kelas II Kendari, Kasubdit Regident Polda Sultra, Kabapenda Prov. Sultra, Kepala BPTD Kelas II Prov. Sultra, Kadishub Kota Kendari, perwakilan Pelindo, asosiasi pengusaha truk DPW ALFI/ILFA, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kendari PT Jasa Raharja, Nur Akbar, mengatakan penerapan kembali STID bertujuan untuk menciptakan sistem identifikasi tunggal bagi truk kontainer yang beroperasi di wilayah pelabuhan guna meningkatkan efisiensi, keamanan, dan ketertiban administrasi.
Keterlibatan Jasa Raharja dalam pembahasan ini berkaitan dengan identifikasi truk yang akan memasuki kawasan pelabuhan. Melalui sistem STID yang terintegrasi, validasi status kendaraan termasuk kepatuhan terhadap pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dapat terpantau dengan lebih akurat.
“Dukungan kami terhadap pengaktifan STID adalah bentuk nyata sinergi antar-instansi untuk memastikan bahwa setiap unit transportasi yang beroperasi di pelabuhan tidak hanya efisien secara logistik, tetapi juga tertib administrasi dan terlindungi oleh negara,” ujar Nur Akbar.
Dengan aktifnya kembali STID, diharapkan pelabuhan Kendari dapat menjadi simpul logistik yang lebih modern, aman, dan kompetitif di wilayah Indonesia Timur.
Editor: Hasrul Tamrin











