Muna

Tabligh Akbar Dzulhijjah, Wahdah Islamiyah Muna Ajak Masyarakat Bebas Buta Baca Al-Quran Lewat Program Dirosa

34
×

Tabligh Akbar Dzulhijjah, Wahdah Islamiyah Muna Ajak Masyarakat Bebas Buta Baca Al-Quran Lewat Program Dirosa

Sebarkan artikel ini
(Foto: Ist/KR)

KOLOMRAKYAT.COM: MUNA – Semarak menyambut Dzulhijjah 1447 Hijriah, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Muna menggelar Safari Dakwah di Kota Raha, Kabupaten Muna, pada 15–17 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan dai nasional, Ustadz Syaiful Yusuf, dengan rangkaian agenda pembinaan keislaman yang berlangsung penuh antusiasme.

Safari dakwah ini diisi dengan berbagai kegiatan keilmuan dan pembinaan umat, mulai dari ta’lim, kajian, taujih hingga tabligh akbar.

Ratusan peserta dari kalangan masyarakat umum, pengurus dan kader Wahdah Islamiyah, guru, pegawai, hingga orang tua santri Pondok Pesantren Yayasan Ibnu Abbas Muna turut memadati lokasi kegiatan.

Puncak kegiatan berlangsung dalam Tabligh Akbar Dzulhijjah 1447 H yang mengangkat tema “Meneladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim”.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, H. Rahman Ngkaali., S.Ag.M.Pd.

Baca Juga :  BPN Muna Mengikuti Sosialisasikan Hasil SPI KPK 2025 dalam Rangka Peningkatan Kualitas Layanan dan Tata Kelola Pertanahan

Dalam sambutannya, Rahman Ngkaali memberikan apresiasi atas konsistensi Wahdah Islamiyah Muna menghadirkan kegiatan dakwah dan pembinaan umat di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara luas dan masif di wilayah Kabupaten Muna.

“Kegiatan seperti ini diharapkan terus dilaksanakan secara masif di Kabupaten Muna. Kami juga berharap Wahdah Islamiyah dapat menyelenggarakan kegiatan pembinaan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi Alquran di tengah masyarakat. Menurutnya, literasi Alquran tidak hanya sebatas kemampuan membaca dengan baik dan benar sesuai tajwid, tetapi juga mencakup pemahaman, pengamalan hingga penyebaran nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Wahdah Islamiyah sebagai Ormas harus hadir menjadi pencerah dan pencerdas umat agar masyarakat mampu memahami serta mengamalkan ajaran Alquran dengan baik,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Muna, Ust. Karim Darma, menjelaskan bahwa Tabligh Akbar Dzulhijjah merupakan agenda nasional Wahdah Islamiyah yang rutin digelar setiap menjelang Hari Raya Iduladha.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Bupati dan Sekda Muna Diisukan Menunggak Pajak, Kadis Kominfo: Itu Hoax dan Pemkab Siap Tempuh Jalur Hukum

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai makna pengorbanan dan semangat berkurban dalam Islam.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pencerahan tentang bagaimana menyikapi Idulqurban, pentingnya semangat berkorban, serta pengelolaan hewan kurban,” jelasnya.

Tak hanya itu, Karim Darma juga mengajak masyarakat mengikuti program pemberantasan buta baca Alquran melalui program Dirosa (Pendidikan Alquran untuk Orang Dewasa) serta program pembinaan keagamaan Tarbiyah.

“Kami siap membantu masyarakat membentuk kelompok Dirosa dan Tarbiyah. Bahkan pembinanya siap kami kirim tanpa biaya transportasi,” katanya.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Nur Ikhlas turut menyampaikan apresiasi atas dipilihnya masjid tersebut sebagai lokasi pelaksanaan tabligh akbar tahun ini.

Baca Juga :  Kajati Sultra Berkunjung ke Muna Disambut Plt. Bupati, Ini Pesan yang Disampaikan

Dalam tausiyahnya, Ustadz Syaiful Yusuf mengulas keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Ia menegaskan bahwa ketaatan selalu membutuhkan pengorbanan.

“Keluarga Nabi Ibrahim adalah teladan keluarga yang penuh pengorbanan. Nabi Ibrahim rela diusir, dimusuhi, hingga diperintahkan meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus demi menjalankan perintah Allah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat berkurban pada Iduladha menjadi simbol kesiapan seorang hamba untuk taat kepada Allah SWT.

“Ketidaksiapan untuk berkorban sering kali membuat seseorang lalai menjalankan perintah Allah. Karena itu, ibadah kurban adalah bentuk latihan keikhlasan dan ketaatan,” tuturnya.

Kegiatan Tabligh Akbar Dzulhijjah 1447 H kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama peserta yang berlangsung hangat dan penuh antusias.

 

 

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!